
Rifan Financindo – Emas Mendadak Stabil, Ada Apa di Fed?
Harga emas berhenti naik setelah empat hari reli, karena komentar para pejabat Federal Reserve (Fed) bikin pasar ragu apakah AS akan lanjut memangkas suku bunga lagi tahun depan. Pada Senin, emas bergerak stabil di sekitar US$4.305/ons, setelah minggu lalu sempat naik 2,6%.
Walau Fed memang sudah menurunkan suku bunga pada Rabu, ternyata tiga pembuat kebijakan menolak keputusan itu. Pasar pun menangkap sinyal bahwa langkah pelonggaran berikutnya bisa lebih “berat” dan penuh perdebatan, apalagi menjelang 2026 saat pandangan internal Fed terlihat terbelah. Dua pejabat yang menolak-Austan Goolsbee (Chicago) dan Jeff Schmid (Kansas City)-bahkan menjelaskan alasan penolakan mereka pada Jumat.
Perpecahan ini muncul di tengah inflasi AS yang masih jadi PR, sehingga pemangkasan suku bunga makin sensitif. Padahal, emas dan perak biasanya lebih diuntungkan saat bunga rendah karena tidak memberi imbal hasil bunga. Di sesi Asia, emas naik tipis 0,2% ke US$4.306, perak naik 0,1% ke US$62,01 setelah sebelumnya turun tajam, sementara platinum menguat dan paladium melemah. (az)
Sumber: Newsmaker.id
Ketidakpastian Fed & Geopolitik, Emas Pangkas Kenaikan
Emas (XAU/USD) memangkas keuntungannya pada hari Jumat (12/12) karena para pedagang tampaknya mengambil keuntungan menjelang akhir pekan, namun tetap mempertahankan kenaikan lebih dari 0,51% setelah mencapai level tertinggi tujuh minggu di $4.353. Pada saat penulisan, XAU/USD diperdagangkan di $4.302 karena para pedagang mencerna komentar dari para pejabat Federal Reserve (Fed).
Emas memangkas kenaikan menjelang akhir pekan, tetapi tetap didukung oleh ketidakpastian Fed dan data yang lemah
Dokumen ekonomi AS relatif ringan, namun para pejabat Federal Reserve memberikan pernyataan yang berbeda. Dua dari tiga pejabat yang berbeda pendapat menyatakan kekhawatiran tentang inflasi yang tetap terlalu tinggi, khususnya di tengah periode data ekonomi yang langka, terutama Indeks Harga Konsumen (CPI), yang akan menunjukkan laju kenaikan harga.
Kamis lalu, laporan klaim pengangguran yang lebih lemah dari perkiraan membenarkan keputusan bank sentral karena jumlah warga Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran meningkat. Namun, seperti yang dinyatakan oleh Ketua Fed Jerome Powell, sebagian besar data dapat “terdistorsi” karena penutupan pemerintah AS.
Sementara itu, pembicaraan perdamaian Rusia-Ukraina tampaknya telah terhenti. Sekretaris pers Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden AS Trump frustrasi dengan laju pembicaraan dan kecewa dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, yang belum menandatangani rencana perdamaian yang dibuat oleh AS. (Arl) Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
