Berita Emas 20 Mei 2026

PT Rifan

PT Rifan – Emas Tertahan Saat Risiko Inflasi
Harga emas masih menahan pelemahan di tengah minimnya kemajuan untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang menjaga kekhawatiran inflasi tetap tinggi dan membuat pasar kembali memasang probabilitas suku bunga global bertahan ketat. Bullion dijual sekitar $4.480/oz, setelah turun hampir 2% pada Selasa (20/5).

Secara fundamental, ketegangan geopolitik kali ini menciptakan tarik-menarik yang tidak biasa bagi emas: risiko konflik biasanya mendukung aset lindung nilai, tetapi saluran inflasi dari harga energi mendorong ekspektasi suku bunga lebih tinggi dan mengangkat hasil, yang cenderung membebani emas karena tidak memberikan imbal hasil bunga. Karena itu emas bergerak relatif sempit di belakang ini, meski disebut sudah turun 15% sejak perang pecah.

Ke depan, arah emas akan sangat ditentukan oleh apakah pasar tetap menilai inflasi sebagai risiko dominan atau mulai kembali menimbang pelonggaran moneter karena kekhawatiran pertumbuhan. Jika tekanan inflasi dan imbal hasil berlanjut, ruang pemulihan emas cenderung tertahan; namun jika narasi beralih ke perlambatan dan peluang pelonggaran kembali menguat, emas berpotensi mendapat dukungan meskipun volatilitas tetap bergantung pada headline geopolitik. Di saat yang sama, pergerakan logam lain menunjukkan sensitivitas pasar terhadap inflasi: perak sempat anjlok 5% pada Senin dan masih berfluktuasi, sementara indeks dolar Bloomberg relatif datar setelah naik 0,4% pada sesi sebelumnya.

Variabel yang perlu diperhatikan berikutnya adalah perkembangan operasional Selat Hormuz, eskalasi atau de-eskalasi konflik (termasuk sinyal kebijakan dari AS), arah imbal hasil obligasi AS tenor panjang, pergeseran ekspektasi suku bunga The Fed dan bank sentral global, serta apakah ada perubahan berarti pada arus ETF dan indikator volatilitas yang bisa menjadi penanda katalis baru bagi pasar emas.(Asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Emas Tertekan, Dolar Menguat di Tengah Lonjakan Yield dan Kebuntuan Diplomasi
Harga emas melemah tajam pada perdagangan Selasa seiring penguatan dolar AS di tengah aksi jual global di pasar obligasi yang dipicu kekhawatiran inflasi. Minimnya kemajuan dalam upaya diplomasi antara Washington dan Teheran turut membebani sentimen pasar.

Pada pukul 16:47 waktu New York, harga emas spot turun 1,8% ke level US$4.483,39 per ons, sementara kontrak berjangka emas terkoreksi 1,6% menjadi US$4.487,22 per ons.

Perkembangan di Timur Tengah kembali menjadi sorotan. Meski Presiden Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran setelah permintaan tiga pemimpin Teluk, belum terlihat terobosan nyata menuju kesepakatan damai. Trump menyatakan negosiasi “serius” tengah berlangsung dan menegaskan kesepakatan harus mencakup larangan senjata nuklir bagi Iran. Namun, ia juga memperingatkan bahwa militer AS tetap siaga untuk melancarkan serangan skala penuh jika perundingan gagal.

Trump mengungkapkan bahwa ia sebelumnya sudah hampir memerintahkan serangan terhadap Iran dan hanya memberikan waktu tambahan “dua atau tiga hari” bagi Teheran untuk kembali ke meja perundingan. Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran telah mengirimkan proposal perdamaian yang mencakup penghentian konflik di semua front serta tuntutan kompensasi atas kerusakan perang. Namun, laporan menyebutkan proposal terbaru tersebut tidak berbeda signifikan dari tawaran sebelumnya yang sempat ditolak Washington.

Tekanan tambahan bagi emas datang dari kembalinya aksi jual di pasar obligasi global. Lonjakan harga energi akibat konflik di kawasan Teluk memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi, mendorong ekspektasi kenaikan suku bunga oleh bank sentral. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke 4,670%, tertinggi sejak Januari 2025, sementara yield tenor 30 tahun menyentuh 5,181%, level yang belum terlihat sejak 2007.

Kenaikan suku bunga dan penguatan dolar biasanya mengurangi daya tarik emas, yang tidak memberikan imbal hasil. Dengan kombinasi tekanan inflasi, lonjakan yield, dan ketidakpastian geopolitik, pergerakan emas diperkirakan tetap volatil dalam waktu dekat.(yds) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.