
PT Rifan Financindo Berjangka – Emas Stabil Pasca Lonjakan Akibat Kekhawatiran atas Independensi Fed
Harga emas stabil setelah melonjak pada hari Senin karena kekhawatiran atas independensi Federal Reserve setelah pemerintahan Trump mengancam Ketua Jerome Powell dengan dakwaan pidana.
Emas batangan diperdagangkan mendekati $4.588 per ons setelah melonjak 2% pada sesi sebelumnya karena Powell mengatakan potensi dakwaan tersebut merupakan kelanjutan dari upaya untuk menekan bank sentral. Serangan terhadap Fed menghidupkan kembali perdagangan “jual Amerika”, dengan dolar jatuh pada hari Senin dan obligasi pemerintah AS dijual di seluruh kurva.
Intervensi Trump telah mengancam untuk melemahkan kemampuan Fed untuk mengendalikan inflasi dan membebani pasar, memicu apa yang disebut perdagangan pelemahan nilai di mana para pedagang menjual dolar dan aset lain yang rentan terhadap guncangan politik dan fiskal. Serangannya yang berulang kali terhadap otoritas moneter merupakan faktor utama yang mendorong emas ke rekor tertinggi berturut-turut tahun lalu.
Logam kuning ini telah membangun momentum tersebut untuk memulai tahun 2026 dengan pijakan yang kuat, dan banyak pedagang yakin akan daya tarik jangka panjang logam tersebut. Citigroup Inc. meningkatkan prospek jangka pendeknya dengan memperkirakan harga emas mencapai $5.000 per ons dan perak $100 per ons dalam tiga bulan ke depan, mengingat meningkatnya risiko geopolitik, kelangkaan fisik, dan ketidakpastian yang kembali muncul mengenai independensi Fed.
Harga emas spot turun 0,2% menjadi $4.585,35 per ons pada pukul 09.04 waktu Singapura. Indeks Spot Dolar Bloomberg tetap datar. Perak turun 1,4% setelah melonjak lebih dari 6% pada hari Senin.
Sumber: Bloomberg.com
Emas Bertahan di Level Tinggi, Fed Diserang Trump dan Timur Tengah Memanas
Harga emas cenderung stabil setelah melonjak tajam pada hari Senin, dipicu oleh kekhawatiran pasar terhadap independensi Federal Reserve (The Fed). Pemerintahan Presiden Donald Trump kembali melontarkan ancaman serius kepada bank sentral AS, termasuk kemungkinan dakwaan pidana, sehingga mendorong investor mencari aset aman seperti emas.
Emas batangan diperdagangkan di kisaran US$4.588 per ons, setelah sebelumnya naik sekitar 2%. Ketua The Fed, Jerome Powell, dalam pernyataan tertulis dan video, menegaskan bahwa ancaman tersebut harus dilihat sebagai bagian dari tekanan politik yang terus berlanjut terhadap bank sentral. Kondisi ini membuat pasar semakin khawatir terhadap stabilitas kebijakan moneter AS.
Serangan berulang Trump terhadap The Fed menjadi salah satu pendorong utama harga emas mencetak rekor tertinggi sepanjang tahun lalu. Campur tangan politik dinilai dapat melemahkan kemampuan bank sentral mengendalikan inflasi, menekan dolar AS dan obligasi pemerintah, serta meningkatkan daya tarik emas sebagai penyimpan nilai jangka panjang.
Pada perdagangan Selasa pagi di Asia, harga emas spot turun tipis 0,2% ke level US$4.587,96 per ons. Indeks Spot Dolar Bloomberg bergerak datar, sementara perak terkoreksi 1,2% setelah sehari sebelumnya melonjak lebih dari 6%. Penurunan emas ini dinilai sebagai koreksi teknis setelah reli kuat.
Meski begitu, pelemahan harga emas diperkirakan terbatas karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Presiden Trump menyatakan AS akan mengenakan tarif 25% pada negara yang berbisnis dengan Iran. Meningkatnya protes di Iran dan potensi opsi militer AS membuat emas tetap diminati sebagai aset safe-haven, menjaga harganya tetap tinggi di tengah ketidakpastian global. (az) PT Rifan Financindo Berjangka.
Sumber : NewsMaker
