Berita Emas 27 Agustus 2026

PT Rifan

PT Rifan – Emas Ngeyel di Zona Rekor
Emas kembali menguat dan tetap bertahan di atas level psikologis utama, melanjutkan reli yang ditopang dua hal: dolar yang melemah dan kebutuhan investor mencari aset aman saat risiko global naik lagi.

Dorongan datang dari pelemahan dolar yang membuat emas terasa lebih menarik bagi pembeli di luar Amerika. Di saat yang sama, tensi dagang ikut memanas setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman kenaikan tarif besar terhadap barang-barang dari Korea Selatan.

Kenaikan emas belakangan ini juga dibaca sebagai kembalinya “perdagangan pelemahan mata uang”, ketika pelaku pasar mulai menjauh dari mata uang dan obligasi pemerintah. Gejolak di pasar obligasi Jepang baru-baru ini ikut memperkuat narasi bahwa investor sedang makin sensitif terhadap risiko fiskal.

Logam mulia lain ikut bergerak. Perak masih menguat meski sempat mundur dari puncak terbarunya, sementara platinum dan paladium juga ikut naik. Di sisi lain, indeks dolar cenderung stabil setelah sebelumnya melemah.

Dari sisi teknikal, analis menilai jalur termudah emas masih mengarah ke atas selama harga bertahan di atas batas psikologis tersebut. Fokus pasar kini mengarah ke area target berikutnya, sementara level penopang terdekat tetap jadi kunci: kalau goyah, ruang koreksi bisa melebar. (az)

Sumber: Newsmaker.id

Tarif Trump & Drama The Fed: Emas Terbang ke Rekor $5.100
Emas bikin sejarah baru pada perdagangan hari Senin (26/1) dengan mencetak rekor di atas $5.100/oz, saat investor memburu aset aman di tengah ketegangan politik global dan kekhawatiran ekonomi. Perak dan platinum ikut “menggila”, sama-sama menyentuh level tertinggi sepanjang masa.

Harga spot terupdate sekarang (XAU/USD) berada di sekitar $5.040/oz — rentang pergerakan hari ini tercatat $4.982,91 – $5.110,73.

Bahan bakar utama reli: pasar makin gelisah oleh arah kebijakan Presiden AS Donald Trump. Salah satu pemicunya, Trump melontarkan ancaman tarif 100% untuk Kanada jika Ottawa melanjutkan kesepakatan dagang dengan China.

Di FX, rumor intervensi mata uang AS–Jepang ikut menambah ketegangan. Jika benar terjadi, efek dominonya biasanya menekan dolar—dan itu cenderung memperkuat daya tarik emas.

Fokus lain minggu ini adalah rapat Federal Reserve, yang diperkirakan menahan suku bunga. Tetapi rapatnya dibayangi isu politik: investigasi terhadap Ketua The Fed Jerome Powell dan tekanan dari Trump agar suku bunga turun—kombinasi yang membuat pasar makin defensif.

Emas sendiri sudah naik tajam: +64% sepanjang 2025 dan sekitar +18% year-to-date (awal 2026), sehingga wajar kalau sesekali muncul fase tarik-ulur karena sebagian pelaku pasar ambil untung.

Sejumlah bank besar melihat potensi lanjut, meski volatilitas tinggi. Reuters mencatat proyeksi Societe Generale yang melihat peluang emas menuju $6.000/oz akhir tahun, sementara Morgan Stanley menyorot skenario bullish di $5.700. (Arl) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.