Berita Emas 11 Februari 2026

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Emas Mulai Pulih, Apa Pemicu Berikutnya?
Harga emas kembali menguat tipis dan tetap bertahan di atas $5.000 per ons, setelah data penjualan ritel AS yang lebih lemah memperkuat argumen bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk memangkas suku bunga. Pergerakan emas kali ini lebih terlihat sebagai fase konsolidasi, bukan reli agresif.

Pada perdagangan Rabu pagi, emas spot tercatat naik 0,3% menjadi $5.038,66 per ons pada pukul 08:21 waktu Singapura. Kenaikan ini terjadi setelah emas ditutup melemah pada Selasa, menandakan pasar masih berhati-hati menjelang rilis data ekonomi berikutnya.

Kunci sentimen datang dari konsumsi AS. Penjualan ritel Desember dilaporkan stagnan, mengindikasikan daya dorong belanja konsumen melemah menjelang akhir tahun. Data ini meningkatkan perhatian pasar pada laporan tenaga kerja Januari yang tertunda dan dijadwalkan rilis pada Rabu, karena hasilnya dapat mengubah ekspektasi arah suku bunga.

Emas sebelumnya sempat mencetak rekor di atas $5.595 pada akhir Januari, didorong ketegangan geopolitik, isu independensi bank sentral, serta pergeseran minat investor dari aset tradisional. Namun reli tersebut sempat “terlalu panas” akibat pembelian spekulatif, sehingga harga terkoreksi tajam sekitar 13% dalam dua sesi.

Sejak koreksi itu, emas telah memangkas sekitar separuh penurunan dan kembali bergerak di sekitar area $5.000 sepanjang pekan ini. Sejumlah bank investasi tetap mempertahankan proyeksi bullish, dengan keyakinan bahwa faktor pendorong utama emas belum hilang dan potensi tren naik masih terbuka.

Dari sisi kebijakan, penurunan suku bunga umumnya mendukung emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil bunga. Meski demikian, pasar masih menghadapi tarik-menarik pandangan: ada ekspektasi pelonggaran, namun sebagian pejabat The Fed menekankan suku bunga bisa bertahan lebih lama sambil menunggu konfirmasi data. Di pasar lain, dolar AS cenderung datar setelah melemah lebih dari 1% dalam tiga sesi terakhir—kondisi yang turut membuat emas relatif lebih nyaman bertahan tinggi.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Emas Turun Jelang Dua Data Data AS (Tenaga Kerja & Inflasi)
Harga emas jatuh lebih dari 1% pada Selasa (10/2), seiring pasar mulai “cooling down” alias konsolidasi menjelang rilis data tenaga kerja dan inflasi AS yang bisa kasih petunjuk baru soal arah suku bunga The Fed.

Emas spot turun 0,72% ke $5.027,79/ons pada pukul 15:17 waktu timur AS. Sementara emas berjangka AS (April) ditutup melemah 0,67% di $5.045,30/ons.

“Kita lagi lihat pullback ringan atau fase konsolidasi sebelum banjir data ekonomi penting keluar akhir pekan ini,” kata David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.

Data Nonfarm Payrolls (NFP) Januari dijadwalkan rilis Rabu, dengan perkiraan ekonom penambahan 70.000 pekerjaan. Lalu CPI AS (inflasi konsumen) rilis Jumat.

Di sisi lain, penjualan ritel AS Desember ternyata tak berubah (flat), bikin pasar menilai konsumsi dan ekonomi AS masuk jalur pertumbuhan yang lebih pelan di awal tahun.

Outlook ekonomi yang lebih “adem” ini memperkuat ekspektasi penurunan suku bunga: trader kini mem-price-in dua kali pemangkasan 25 bps tahun ini. Suku bunga yang lebih rendah biasanya jadi angin segar buat emas (aset tanpa imbal hasil), karena biaya peluang memegang emas ikut turun. (FedWatch)

Meger menambahkan, dolar AS yang melemah kemungkinan masih akan jadi penopang harga, ditambah dukungan dari tensi geopolitik, harapan rate cut, dan level psikologis $5.000 yang masih jadi magnet perhatian pasar.

Dari India, investor ramai-ramai masuk ke ETF emas pada Januari saat harga meroket—bahkan untuk pertama kalinya, arus dana ke ETF emas melampaui arus ke reksa dana saham, menurut data industri yang dirilis Selasa.

Sementara itu, stok perak di brankas London tercatat 27.729 ton di akhir Januari (turun 0,3% dari Desember). Stok emas justru naik 0,6% ke 9.158 ton, menurut LBMA.

Untuk logam lain: perak spot turun 2,6% ke $81,21/ons (setelah melonjak hampir 7% sehari sebelumnya). Standard Chartered bilang, arus keluar produk ETP perak bikin perak rentan volatilitas dalam waktu dekat, tapi kondisi pasar yang masih kekurangan pasokan mengisyaratkan peluang pulih dalam beberapa bulan ke depan.

Platinum turun 1,13% ke $2.099,61/ons, dan palladium turun 1,39% ke $1.716,11/ons.(yds) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.