Berita Emas 12 Februari 2025

PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka – Emas Tertahan, ini Arah Selanjutnya!
Harga emas melemah pada Kamis setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang kuat mengurangi ekspektasi bahwa Federal Reserve akan segera memangkas suku bunga. Logam mulia terkoreksi hingga sekitar 0,6%, setelah menguat 1,2% pada sesi sebelumnya.

Laporan terbaru menunjukkan pertumbuhan payroll AS mencatat kenaikan terbesar dalam lebih dari setahun, sementara tingkat pengangguran turun secara tak terduga pada Januari. Kombinasi ini memperkuat sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS tetap stabil di awal 2026, sehingga memperbesar peluang The Fed mempertahankan suku bunga lebih lama.

Seiring rilis data tersebut, sebagian pelaku pasar mulai menggeser perkiraan waktu pemangkasan suku bunga berikutnya menjadi Juli, dari sebelumnya Juni. Bagi emas, prospek suku bunga yang bertahan tinggi cenderung menjadi hambatan, karena emas tidak memberikan imbal hasil dan biasanya lebih diuntungkan saat suku bunga turun.

Meski turun pada awal perdagangan, harga emas masih bertahan di atas $5.000 per ons, sekaligus melanjutkan pemulihan dari koreksi tajam di pergantian bulan. Sebelumnya, emas sempat menyentuh rekor di atas $5.595 pada akhir Januari, namun reli yang dinilai terlalu “panas” memicu aksi ambil untung besar hingga emas sempat jatuh sekitar 13% dalam dua sesi.

Sejumlah bank investasi masih menilai tren kenaikan emas berpeluang berlanjut, karena faktor pendorong utamanya dinilai belum hilang—mulai dari ketidakpastian geopolitik, isu independensi bank sentral AS, hingga kecenderungan investor mengurangi ketergantungan pada aset tradisional seperti mata uang dan obligasi pemerintah.

Pada 07:45 waktu Singapura, emas spot turun 0,4% ke $5.065,56 per ons. Perak melemah 0,8% ke $83,60, platinum turun 1%, dan palladium turun 1,5%. Sementara itu, indeks dolar versi Bloomberg tercatat relatif datar setelah ditutup turun 0,1% pada sesi sebelumnya.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Emas Melonjak >1%, Pasar Abaikan Data Tenaga Kerja AS
Harga emas naik lebih dari 1% pada hari Rabu (11/2), karena pembelian jangka panjang yang stabil membantu logam mulia ini kembali mendapatkan momentum setelah sempat memangkas kenaikan ketika pasar mencerna laporan tenaga kerja AS yang kuat.

Emas spot naik 1,19% menjadi $5.083,00 per ons pada pukul 02:01 siang waktu ET, setelah sebelumnya sempat menyentuh $5.118,47 sebelum sedikit melemah.

Emas berjangka AS untuk pengiriman April ditutup naik 1,5% menjadi $5.110,10 per ons

Pertumbuhan lapangan kerja di AS meningkat pada Januari dan tingkat pengangguran turun ke 4,3%, menandakan pasar tenaga kerja yang tetap tangguh. Kondisi ini dapat memberi Federal Reserve ruang untuk menahan suku bunga sambil terus memantau inflasi.

“Satu laporan pekerjaan yang kuat tidak akan merusak pola pikir di balik pembelian emas, yang dinilai bersifat jangka panjang dan fundamental,” kata Tai Wong, trader logam independen.

“Sejak kejatuhan besar itu, emas menunjukkan pola puncak yang makin tinggi dan lembah yang makin tinggi, dengan pembeli yang tetap percaya diri di tengah narasi utang dan pergeseran investasi menjauh dari AS,” tambahnya.

Emas sempat mengalami aksi jual tajam selama dua hari pada 30 Januari dan 2 Februari setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pilihannya untuk kursi ketua The Fed. Meski demikian, emas masih naik lebih dari 17% sepanjang tahun ini, melanjutkan lonjakan rekor tahun lalu di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi serta pembelian bank sentral yang lebih besar.

Data pada Selasa menunjukkan penjualan ritel AS secara tak terduga tidak berubah pada Desember, yang berpotensi membuat belanja konsumen dan ekonomi bergerak ke jalur pertumbuhan yang lebih lambat memasuki awal tahun.

Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan The Fed diperkirakan akan menahan suku bunga tetap melalui masa jabatan Ketua Jerome Powell yang berakhir pada Mei, namun memangkas suku bunga segera setelah itu pada Juni. Para ekonom memperingatkan kebijakan di bawah calon penggantinya yang kemungkinan, Kevin Warsh, bisa menjadi terlalu longgar.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya tampil baik ketika terjadi ketidakpastian geopolitik atau ekonomi, serta saat suku bunga lebih rendah.

Fokus investor kini beralih menunggu rilis laporan indeks harga konsumen (CPI) AS yang dijadwalkan terbit pada Jumat.

Sementara itu, perak spot naik 4,2% menjadi $84,05 per ons, setelah anjlok lebih dari 3% pada sesi sebelumnya.

Platinum spot naik 2,6% menjadi $2.140,83 per ons, sedangkan palladium bertambah 0,7% menjadi $1.719,52.(yds) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.