Berita Emas 18 Februari 2026

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Volatilitas Tinggi Belum Reda, Emas Cari Arah Baru

Harga emas bergerak relatif stabil setelah mencatat penurunan selama dua hari beruntun, di tengah aktivitas perdagangan yang cenderung tipis karena banyak pasar Asia libur Tahun Baru Imlek. Kondisi likuiditas yang rendah membuat pergerakan harga lebih mudah berfluktuasi meski tanpa katalis besar.

Pada awal perdagangan, emas batangan berada di sekitar $4.880 per ons, setelah terkoreksi lebih dari 3% dalam dua sesi sebelumnya ketika dolar AS menguat. Perdagangan juga disebut masih bergejolak sejak terjadi aksi jual besar di awal bulan. Indeks utama dolar sempat naik hingga 0,4% pada Selasa sebelum memangkas kenaikannya.

Sebelumnya, reli kuat membawa emas mencetak rekor baru di atas $5.595 per ons pada akhir Januari. Namun, pasar dinilai “terlalu panas” dan berbalik tajam, dengan harga sempat turun hampir ke $4.400 hanya dalam dua sesi. Emas memang telah pulih sebagian, tetapi belum menemukan level penopang (support) yang jelas.

Sejumlah bank besar, termasuk BNP Paribas SA, Deutsche Bank AG, dan Goldman Sachs Group Inc., memperkirakan tren naik berpotensi berlanjut. Faktor pendukung yang disebut masih kuat antara lain ketegangan geopolitik yang meningkat, pergeseran minat dari obligasi dan mata uang tertentu, serta kekhawatiran terkait independensi Federal Reserve.

Dalam jangka dekat, perhatian investor tertuju pada pernyataan pejabat The Fed untuk membaca arah kebijakan moneter AS. Ekspektasi pemangkasan suku bunga biasanya menjadi sentimen positif bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil. Emas sempat menguat singkat pada Jumat ketika data inflasi yang moderat memperkuat alasan penurunan biaya pinjaman.

Dari sisi komentar kebijakan, Gubernur The Fed Michael Barr menyatakan suku bunga sebaiknya tetap stabil “untuk beberapa waktu” hingga ada bukti lebih kuat bahwa inflasi bergerak menuju target 2%. Sementara itu, Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee menilai masih ada peluang penurunan suku bunga tahun ini bila inflasi terus melandai. Pada pukul 08.51 di Singapura, emas spot nyaris tidak berubah di $4.880,18, perak turun 1% ke $72,83, platinum naik 0,9%, dan palladium naik 0,5%. Bloomberg Dollar Spot Index tercatat datar pada Rabu dan naik 0,2% sepanjang pekan ini.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Emas & Perak Merosot, Sentimen “Risk-On” Menekan

Harga emas dan perak melanjutkan penurunannya pada hari Selasa (17/2) seiring dolar AS menguat dan pelaku pasar memilih menunggu rilis data ekonomi AS berikutnya serta risalah rapat FOMC. Emas spot tercatat turun 2,29% ke $4.876,70/oz, sementara perak spot turun 4,42% ke $73,229/oz.

Penguatan dolar kembali menjadi beban utama bagi logam mulia yang diperdagangkan dalam denominasi greenback. Indeks dolar (DXY) terpantau naik 0,26% ke 97,07, membuat emas dan perak relatif lebih mahal bagi pembeli di luar AS dan menekan minat beli jangka pendek.

Dari sisi geopolitik, perhatian pasar juga tertuju pada jalur diplomasi AS–Iran di Jenewa. Pernyataan dari pihak Iran yang menyebut sudah ada kesepahaman atas “prinsip-prinsip panduan” untuk melanjutkan pembahasan naskah kesepakatan ikut meredakan ketegangan—dan ini menahan permintaan aset safe haven seperti emas, meski risiko kawasan belum sepenuhnya hilang.

Ke depan, arah logam mulia masih sangat sensitif terhadap kombinasi nada kebijakan The Fed dan perkembangan headline geopolitik. Pasar cenderung tetap defensif: jika dolar lanjut menguat dan selera risiko bertahan, emas-perak berpotensi sulit pulih; sebaliknya, bila data AS melemah dan ekspektasi pemangkasan suku bunga menguat, ruang rebound tetap terbuka—terutama setelah pergerakan yang kembali volatil dalam beberapa sesi terakhir. (Arl) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.