Berita Emas 5 Juni 2026

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Emas Stabil, Negosiasi AS–Iran Masih Kabur
Harga emas bergerak nyaris tidak berubah pada Jumat (05/6), mencerminkan pasar yang masih kesulitan membaca arah negosiasi AS–Iran untuk mengakhiri perang yang mengguncang pasar global. Bullion bertahan di sekitar US$4.450/oz, setelah naik hampir 1% pada sesi sebelumnya.

Sinyal dari para pihak masih saling bertabrakan. Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan damai berada di “tahap final”, tetapi Menlu Iran Abbas Araghchi menyebut “tidak ada kemajuan nyata” dalam perundingan. Ketidakpastian itu bertambah setelah Hezbollah yang didukung Teheran menolak gencatan Israel–Lebanon yang dimediasi Washington, meragukan upaya AS untuk meredakan konflik regional.

Pekan ini juga diwarnai bentrokan paling serius di Timur Tengah sejak gencatan disepakati pada awal April. Kondisi tersebut menjaga premi risiko tetap ada, tetapi belum cukup kuat untuk mendorong emas keluar dari pergerakan “range” beberapa pekan terakhir.

Di sisi fundamental, gangguan arus energi melalui Selat Hormuz tetap menjadi kanal utama yang menahan pergerakan emas. Harga energi yang lebih tinggi berisiko menjaga inflasi global, sehingga bank sentral cenderung menahan suku bunga tinggi lebih lama atau bahkan mempertimbangkan pengetatan lingkungan yang biasanya tidak ramah bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.

Sejak konflik pecah akhir Februari, emas sudah turun sekitar 15% dan belakangan bergerak dalam kisaran sempit. Pada pukul 07:04 waktu Singapura, emas spot turun 0,1% ke US$4.470,10/oz, perak naik 0,1% ke US$73,95, sementara indeks dolar Bloomberg relatif datar setelah melemah tipis pada sesi sebelumnya.(asd)*

Sumber : Newsmaker.id

Emas Rebound, Tapi Deal Iran Masih Menggantung
Harga emas menguat pada Kamis (4/6) setelah Israel dan Lebanon menyepakati gencatan senjata bersyarat, yang dinilai bisa menjadi langkah menuju meredakan konflik Timur Tengah yang selama ini mengguncang pasar energi dan memicu risiko inflasi. Emas sempat naik hingga 1,8% dan menembus US$4.515/oz sebelum memangkas sebagian kenaikan, seiring pasar menimbang realisasi kesepakatan yang masih bergantung pada “penghentian tembakan sepenuhnya” oleh Hezbollah.

Kesepakatan ini dipandang sebagai upaya terbaru Washington untuk menjaga jalur perundingan dengan Iran tetap hidup. Meski AS dan Iran disebut sudah punya kerangka kasar untuk memperpanjang gencatan dan membuka kembali Selat Hormuz, kesepakatan final masih sulit dicapai, dan Iran menyatakan belum ada kemajuan terbaru dalam pembicaraan. Di lapangan, pertempuran di Lebanon juga masih berlanjut, menegaskan bahwa pasar tetap sangat headline-driven.

Dukungan untuk emas datang dari pergerakan lintas aset: minyak, yield obligasi, dan dolar bergerak turun, sehingga mengurangi tekanan yang biasanya menahan emas. Namun analis TD Securities mengingatkan pasar masih rapuh dan pelaku sistematis/trend-followers cenderung tetap condong ke posisi jual dalam horizon pekan depan, sehingga reli berpotensi tidak mulus.

Secara lebih besar, gangguan berkepanjangan pada arus energi via Hormuz tetap menjadi risiko utama. Selama jalur ini belum benar-benar normal, harga energi berpotensi tetap tinggi dan menjaga kekhawatiran inflasi global, yang mendorong bank sentral menahan suku bunga tinggi lebih lama—faktor struktural yang membatasi ruang kenaikan emas.

Pada perdagangan New York pukul 16:30, emas spot tercatat naik 0,9% ke US$4.477,69/oz. Perak naik 1,1% ke US$73,88, sementara platinum dan palladium ikut menguat. Indeks dolar Bloomberg relatif stabil, naik tipis 0,07%.(Arl) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.