Berita Emas 17 Juni 2026

PT Rifan

PT Rifan – Emas Bertahan Kuat Jelang Kesepakatan AS-Iran
Harga emas bertahan menguat seiring persiapan AS dan Iran untuk menandatangani kesepakatan perdamaian sementara yang berpotensi meredakan tekanan inflasi global dari sisi energi. Pasar menilai kesepakatan tersebut dapat membuka ruang stabilisasi pasokan setelah perang mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan tekanan kebijakan moneter.

Bullion diperdagangkan di sekitar $4.335 per ons setelah naik lebih dari 6% dalam empat sesi terakhir. Rincian keuangan dari kesepakatan AS-Iran mulai muncul, termasuk kemungkinan Iran diizinkan segera menjual minyak dan secara bertahap mendapatkan akses terhadap asetnya yang dibekukan.

Presiden AS Donald Trump menyatakan Selat Hormuz dapat kembali dibuka sepenuhnya pada Jumat. Namun, sejumlah sekutu Eropa masih berhati-hati terhadap risiko yang tersisa, terutama terkait keamanan jalur pelayaran dan implementasi teknis kesepakatan.

Pembukaan kembali Hormuz menjadi faktor penting bagi pasar emas karena jalur tersebut berkaitan langsung dengan pasokan energi global. Jika arus energi kembali normal, tekanan harga minyak dapat mereda, sehingga mengurangi kekhawatiran inflasi dan menekan kebutuhan bank sentral untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Transmisi ini menjadi krusial bagi emas. Sebagai aset non-yielding, emas biasanya sensitif terhadap perubahan ekspektasi suku bunga riil dan imbal hasil obligasi. Ketika tekanan inflasi dari energi mereda dan yield bergerak turun, opportunity cost memegang emas ikut berkurang.

Fokus pasar kini beralih ke keputusan kebijakan Federal Reserve pertama di bawah Ketua baru Kevin Warsh. Investor menunggu sinyal mengenai bagaimana The Fed akan membaca risiko inflasi setelah tekanan energi mulai mereda. Ekspektasi pasar saat ini mengarah pada suku bunga yang tetap dipertahankan.

Analis Standard Chartered menilai korelasi emas dengan real yield semakin menguat, menunjukkan perhatian pasar mulai bergeser ke pertemuan Fed. Mereka juga menilai prospek kesepakatan AS-Iran dapat membantu emas menemukan level penopang lebih cepat, meski volatilitas masih mungkin terjadi setelah harga sempat turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari pada awal bulan.

Pada pukul 08.02 waktu Singapura, emas spot stabil di $4.332,46 per ons. Perak bergerak datar di sekitar $70 setelah menguat 10% dalam empat sesi sebelumnya, sementara platinum dan palladium relatif tidak banyak berubah. Indeks Bloomberg Dollar Spot juga sedikit melemah, memberi tambahan dukungan bagi logam mulia.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

Emas Menguat Saat Ekspektasi Kenaikan Fed Mereda
Harga emas menguat pada Selasa (16/6) setelah ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini menurun, menyusul kesepakatan perdamaian sementara AS-Iran yang menekan harga minyak dan meredakan kekhawatiran inflasi.

Emas spot naik 0,8% ke $4.338,97 per ons setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni pada sesi sebelumnya. Kontrak berjangka emas AS bertambah 0,1% dan ditutup di $4.354,40.

Kesepakatan sementara yang diumumkan Presiden Donald Trump akan memperpanjang gencatan senjata yang rapuh selama 60 hari dan membuka kembali Selat Hormuz. Jalur tersebut sebelumnya secara efektif diblokir Iran sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari.

David Meger, direktur perdagangan logam di High Ridge Futures, mengatakan dukungan bagi pasar dalam dua sesi terakhir datang dari prospek tercapainya kesepakatan AS-Iran untuk mengakhiri perang. Menurutnya, perkembangan itu telah menekan suku bunga jangka pendek, menurunkan harga energi, dan mengurangi kemungkinan The Fed perlu menaikkan suku bunga pada akhir tahun.

Brent turun ke bawah $80 per barel untuk pertama kalinya sejak awal Maret, setelah melemah hampir 5% pada Senin pascapengumuman kesepakatan sementara. Penurunan minyak menjadi faktor penting karena dapat meredakan tekanan inflasi dari sisi energi dan mengurangi kebutuhan bank sentral untuk mempertahankan sikap kebijakan yang lebih ketat.

Pasar kini memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Desember menjadi 58% dari sekitar 70% sebelumnya, berdasarkan CME FedWatch Tool. Bagi emas, perubahan ekspektasi ini menjadi katalis positif karena aset non-yielding cenderung lebih sensitif terhadap prospek suku bunga dan yield yang lebih rendah.

Emas sebelumnya tertekan sejak awal perang AS-Israel melawan Iran, ketika lonjakan minyak memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tinggi dapat bertahan lebih lama. Meski emas kerap dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi, lingkungan suku bunga tinggi tetap membatasi daya tariknya karena tidak memberikan imbal hasil.

Fokus pasar berikutnya tertuju pada rangkaian keputusan bank sentral pekan ini, termasuk keputusan The Fed pada Rabu yang menjadi rapat pertama di bawah Ketua baru Kevin Warsh. Di logam mulia lain, perak spot naik 0,7% ke $70,51 per ons, platinum menguat 2,7% ke $1.812,76, dan palladium naik 0,9% ke $1.360,75.(yds) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.