Berita Emas 30 Juni 2026

PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka – Harga Emas Menunggu Jawaban Doha!
Harga emas bergerak terbatas setelah sebelumnya melemah hampir 2%. Pada perdagangan pagi di Singapura, emas spot turun tipis 0,23% ke level US$4.004,84 per troy ounce. Pergerakan ini terjadi karena pasar masih mencermati ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Washington mengatakan pembicaraan dengan Teheran akan dimulai pada Selasa di Doha, Qatar. Namun, Iran menyatakan hanya akan mengirim delegasi ahli dan tidak akan melakukan pembicaraan langsung dengan tim Amerika Serikat. Perbedaan sikap ini membuat pasar masih ragu terhadap peluang tercapainya kesepakatan damai.

Ketegangan juga muncul dari rencana Iran untuk mengawasi lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz. Langkah ini ditentang oleh Amerika Serikat, Eropa, dan negara-negara Teluk Arab karena jalur tersebut sangat penting bagi pengiriman energi dunia. Kondisi ini membuat risiko pasokan minyak dan gas masih menjadi perhatian utama.

Sejak perang dimulai pada akhir Februari, harga emas sudah turun hampir 24% dan sempat jatuh di bawah US$4.000 per troy ounce pada pekan lalu. Tekanan terhadap emas datang dari kenaikan harga energi yang memicu kekhawatiran inflasi. Jika inflasi tetap tinggi, bank sentral berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Di Amerika Serikat, Mahkamah Agung memutuskan bahwa Gubernur The Fed Lisa Cook tetap dapat menjabat sementara ia menghadapi upaya pencopotan oleh Presiden Donald Trump. Keputusan ini memperkuat independensi The Fed di tengah tekanan untuk menurunkan suku bunga. Sementara itu, perak naik 0,4% ke US$58,51 per troy ounce, sedangkan platinum dan palladium juga bergerak menguat.(asd)*

Sumber: newsmaker.id

Emas Turun, Level US$4.000 Jadi Benteng
Harga emas merosot pada perdagangan Senin (29/6) setelah AS dan Iran sepakat untuk menghentikan serangan satu sama lain. Kesepakatan ini muncul setelah rangkaian serangan balasan di Timur Tengah kembali menguji rapuhnya gencatan senjata yang selama ini memicu tekanan inflasi global.

Emas sempat turun hingga 2,2% dan bergerak mendekati level US$4.000 per troy ounce, sebelum memangkas sebagian pelemahannya. Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan damai dengan Iran dijadwalkan kembali digelar pada Selasa di Doha, Qatar.

Sejak perang dimulai pada akhir Februari, harga emas sudah turun lebih dari 23% dan sempat jatuh di bawah US$4.000 pada pekan lalu. Tekanan utama datang dari lonjakan harga energi akibat perang, yang membuat pasar memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Kondisi ini kurang menguntungkan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Meski begitu, kemampuan emas bertahan di atas US$4.000 menunjukkan masih ada pembeli yang mencoba mempertahankan level tersebut. Analis menilai emas mulai lebih tahan terhadap gejolak Timur Tengah, terutama setelah kenaikan sepanjang tahun ini sudah banyak terhapus dan investor jangka pendek mulai keluar dari pasar.

Pada pukul 16.34 waktu New York, harga emas spot turun 1,8% ke level US$4.016,97 per troy ounce. Perak melemah 1,5% ke US$58,29 per troy ounce, platinum juga turun, sementara palladium menguat. Di sisi lain, indeks dolar Bloomberg bergerak relatif stabil, sementara investor tetap mencermati data inflasi AS dan sinyal terbaru dari Federal Reserve.(arl) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.