Berita Emas 1 Juli 2026

PT. Rifan

PT. Rifan – Emas Stabil di Atas US$4.000, Pasar Pantau Pembicaraan AS-Iran
Harga emas bergerak stabil di atas level US$4.000 per troy ounce, ketika pelaku pasar mencermati perkembangan pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran serta menimbang data ekonomi terbaru AS untuk membaca arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Emas spot bergerak relatif datar di sekitar US$4.006,73 per troy ounce pada perdagangan pagi di Singapura. Dalam dua sesi terakhir, logam mulia telah melemah hampir 2% karena pasar masih dibayangi ekspektasi bahwa The Fed dapat mempertahankan sikap hawkish apabila inflasi belum turun secara meyakinkan.

Dua utusan Presiden AS Donald Trump tiba di Doha sebagai bagian dari proses negosiasi dengan Iran. Namun, mediator Qatar meredam ekspektasi terhadap terobosan besar dan menyebut pejabat AS tidak dijadwalkan bertemu langsung dengan perwakilan Iran. Kondisi ini membuat pasar tetap berhati-hati terhadap prospek perdamaian yang lebih permanen.

Ketegangan juga masih tinggi di Selat Hormuz. Iran kembali menegaskan tekadnya untuk mengendalikan pergerakan kapal di jalur strategis tersebut. Sebelum perang, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia mengalir melalui Selat Hormuz, sehingga setiap gangguan di kawasan itu dapat memengaruhi harga energi dan prospek inflasi global.

Sejak konflik Iran dimulai pada akhir Februari, harga emas telah turun sekitar 24%. Pelemahan tersebut membuat emas menembus sejumlah level teknikal penting, termasuk moving average 200 hari yang biasa digunakan untuk membaca momentum jangka panjang.

Meski harga minyak sudah turun setelah sempat melonjak pada awal konflik, trader justru meningkatkan spekulasi bahwa The Fed masih dapat menaikkan suku bunga tahun ini untuk menekan inflasi. Suku bunga yang lebih tinggi menjadi beban bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Data ekonomi terbaru Amerika Serikat juga menunjukkan ekonomi masih cukup tangguh. Lowongan kerja pada Mei relatif stabil, menandakan permintaan tenaga kerja tetap kuat di tengah kenaikan payroll sebelumnya. Kondisi ini memberi ruang bagi The Fed untuk menahan suku bunga lebih lama sambil menilai arah inflasi.

Di pasar logam lainnya, perak turun 0,2% ke level US$58,46 per troy ounce. Platinum bergerak datar, sementara palladium melemah tipis. Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,1%, menambah tekanan bagi emas karena dolar yang lebih kuat membuat logam mulia lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Ke depan, arah emas masih akan bergantung pada tiga faktor utama, yaitu perkembangan pembicaraan AS-Iran, arah harga minyak, dan ekspektasi kebijakan The Fed. Jika emas mampu bertahan di atas US$4.000 dan menembus area US$4.100, peluang pemulihan jangka pendek bisa terbuka. Namun, jika tekanan dolar dan ekspektasi kenaikan suku bunga kembali menguat, harga emas berisiko turun lebih dalam.(mrv)*

Sumber : Newsmaker.id

$4.000 Jadi Benteng Terakhir Harga Emas
Harga emas bertahan di atas level US$4.000 per troy ounce pada perdagangan Selasa (30/6), ketika pelaku pasar menimbang arah kebijakan moneter Amerika Serikat setelah rilis sejumlah data ekonomi terbaru. Pergerakan logam mulia masih terbatas karena investor belum sepenuhnya yakin bahwa tekanan suku bunga tinggi sudah mereda.

Data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan bahwa ekonomi masih memiliki daya tahan. Lowongan kerja pada Mei mengindikasikan permintaan tenaga kerja tetap stabil, sementara sentimen konsumen juga membaik. Kondisi ini memberi ruang bagi Federal Reserve untuk tetap mempertahankan suku bunga tinggi sambil memantau arah inflasi.

Spot gold bergerak relatif stabil di sekitar US$4.013,75 per troy ounce pada sesi New York. Perak naik 1,2% ke level US$58,98 per troy ounce, sementara platinum dan palladium bergerak melemah. Indeks dolar Bloomberg juga relatif stabil, sehingga tekanan dari sisi greenback tidak terlalu besar pada sesi tersebut.

Meski bertahan di atas US$4.000, emas masih berada dalam tekanan besar. Harga logam mulia telah turun tajam sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari. Emas juga sempat menembus sejumlah level teknikal penting, termasuk moving average 200 hari yang biasa digunakan untuk membaca momentum jangka panjang.

Penurunan harga minyak setelah sempat melonjak akibat konflik Timur Tengah memang membantu meredakan sebagian kekhawatiran inflasi energi. Namun, pasar tetap meningkatkan taruhan bahwa The Fed mungkin perlu menaikkan suku bunga tahun ini jika inflasi tidak turun secara meyakinkan.

Suku bunga tinggi menjadi hambatan utama bagi emas. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung kurang menarik ketika yield obligasi dan aset berbunga lainnya naik. Karena itu, setiap sinyal hawkish dari The Fed masih berpotensi menekan harga emas.

Ole Hansen, Head of Commodity Strategy Saxo Bank, menilai masih ada kekhawatiran bahwa The Fed akan mempertahankan sikap hawkish meskipun harga energi telah turun tajam. Ia juga melihat rebound emas dari level terendah pekan lalu memberi sedikit kepercayaan bagi trader, tetapi harga masih perlu menembus US$4.100 untuk memberi sinyal bahwa dasar jangka pendek telah terbentuk.

Dari sisi geopolitik, pelaku pasar juga terus memantau perkembangan pembicaraan damai Amerika Serikat dan Iran. Jika proses negosiasi membaik dan harga minyak terus turun, tekanan inflasi dapat mereda. Namun, jika ketegangan kembali meningkat, emas bisa mendapat dukungan safe haven meskipun tekanan suku bunga masih membatasi ruang kenaikannya.

Secara keseluruhan, emas masih berada dalam fase rapuh. Area US$4.000 menjadi support psikologis penting yang perlu dipertahankan. Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas US$4.100, peluang rebound jangka pendek bisa lebih terbuka. Namun, jika kembali jatuh di bawah US$4.000, tekanan jual berisiko berlanjut ke area yang lebih rendah. (arl) PT. Rifan.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.