Berita Emas 10 Agustus 2026

PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka – Emas Bertahan Tinggi, The Fed Mulai Ditekan Data Tenaga Kerja
Harga emas bergerak stabil di sekitar US$4.345 per troy ons pada perdagangan Senin pagi setelah mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak Januari. Sepanjang pekan lalu, emas melonjak lebih dari 7% karena data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan pelemahan yang lebih besar dari perkiraan.

Data Nonfarm Payrolls menunjukkan jumlah pekerjaan di AS turun pada Juli, sementara data dua bulan sebelumnya juga direvisi lebih rendah. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum dan membuat investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Pelemahan data tenaga kerja juga menekan dolar AS. Indeks dolar sempat turun sekitar 0,4% setelah laporan NFP dirilis pada Jumat, sehingga membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli dari luar Amerika Serikat. Kondisi ini ikut membantu menjaga harga emas tetap tinggi.

Minat beli terhadap emas juga terlihat dari investor besar. Hedge fund dan manajer investasi meningkatkan posisi bullish emas ke level tertinggi dalam lebih dari enam bulan. Di China, ETF berbasis emas kembali mencatat arus dana masuk, sementara bank sentral China menambah cadangan emas sebanyak 640 ribu ons pada Juli, menandai pembelian selama 21 bulan berturut-turut.

Namun, risiko geopolitik masih menjadi perhatian. Iran dan Oman belum mencapai kesepakatan final mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, sementara kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim menyerang fasilitas minyak Saudi di dekat Laut Merah. Situasi tersebut dapat kembali mengangkat harga energi dan memicu kekhawatiran inflasi.

Analisis Newsmaker: Momentum emas masih cenderung bullish setelah mampu bertahan di atas US$4.300 dan mendapat dukungan dari melemahnya tenaga kerja AS, turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga, serta pembelian institusi. Namun, kenaikan minyak akibat konflik Timur Tengah tetap menjadi risiko karena dapat menghidupkan kembali tekanan inflasi dan membuat The Fed kembali mempertimbangkan kebijakan yang lebih hawkish.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Emas Cetak Pekan Terbaik Sejak Januari
Harga emas melonjak tajam pada perdagangan Jumat (7/8) dan menuju kinerja mingguan terbaik sejak akhir Januari. Emas spot naik sekitar 2,4% ke US$4.343 per troy ons, sementara emas berjangka menguat ke sekitar US$4.403. Sepanjang pekan, keduanya sudah naik lebih dari 7%.

Pendorong utama datang dari data Nonfarm Payrolls AS yang mengecewakan. Ekonomi Amerika kehilangan 23 ribu pekerjaan pada Juli, jauh dari perkiraan kenaikan 85 ribu. Data Mei dan Juni juga direvisi turun total 103 ribu pekerjaan, menunjukkan pasar tenaga kerja mulai kehilangan momentum.

Data tersebut membuat peluang kenaikan suku bunga The Fed pada September turun menjadi sekitar 44%, dari 55% sehari sebelumnya. Turunnya ekspektasi suku bunga ikut menekan dolar dan yield obligasi AS, sehingga memberikan dukungan kuat bagi emas.

Meski begitu, The Fed masih menghadapi dilema. Pasar tenaga kerja melemah, tetapi risiko inflasi masih tinggi karena harga minyak tetap sensitif terhadap konflik di Timur Tengah. Kondisi ini membuat kebijakan suku bunga The Fed masih sulit diprediksi.

Dari sisi geopolitik, Iran disebut semakin dekat mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, laporan mengenai serangan Iran dan rencana melarang kapal AS serta Israel masih membuat pasar berhati-hati terhadap risiko gangguan pasokan energi.

Analisis Newsmaker: Momentum emas saat ini masih sangat bullish karena kombinasi NFP yang lemah, penurunan dolar, yield, dan ekspektasi kenaikan suku bunga. Namun setelah reli lebih dari 7% dalam sepekan, risiko profit taking mulai meningkat. Selama sentimen The Fed tetap dovish, emas masih berpeluang bertahan di area tinggi. (arl) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Newsmaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.