Berita Emas 11 Agustus 2026

PT Rifan

PT Rifan – Emas Tembus US$4.400, CPI Jadi Ujian Besar
Harga emas melanjutkan kenaikan pada perdagangan Selasa (11/08) dan sempat menembus US$4.400 per troy ons. Emas spot bergerak di sekitar US$4.395 setelah menguat sekitar 3,6% dalam dua sesi sebelumnya. Momentum beli secara teknikal masih kuat setelah emas berhasil melewati sejumlah level rata-rata pergerakan penting.

Reli emas masih mendapat dukungan dari data tenaga kerja AS yang melemah. NFP Juli sebelumnya menunjukkan penurunan jumlah pekerjaan dan membuat pasar mengurangi keyakinan terhadap kenaikan suku bunga The Fed dalam waktu dekat. Dolar juga sempat melemah setelah data tersebut, memberikan dukungan tambahan bagi emas.

Minat investor terhadap emas juga tetap kuat. Aksi beli saat harga turun terus muncul, sementara aliran dana ke ETF emas di China meningkat. Pembelian emas oleh bank sentral juga masih menjadi penopang penting bagi harga logam mulia.

Fokus terbesar pasar sekarang tertuju pada CPI AS yang akan dirilis Rabu. Data inflasi akan menentukan apakah The Fed masih mempunyai alasan kuat untuk menaikkan suku bunga. Pasar memperkirakan inflasi tahunan masih berada di sekitar 3,4%, sehingga hasil aktual berpotensi memicu volatilitas besar pada emas, dolar, dan yield Treasury.

Namun, risiko inflasi dari harga energi belum hilang. Minyak kembali melonjak setelah ketegangan AS-Iran membuat peluang pembukaan penuh Selat Hormuz semakin tidak pasti. Brent dan WTI mengalami kenaikan tajam pada Senin, sehingga pasar kembali memperhitungkan risiko inflasi energi yang dapat membuat The Fed tetap hawkish.

Analisis Newsmaker: Momentum emas masih cenderung bullish setelah mampu menembus US$4.400. Namun, CPI menjadi ujian utama berikutnya. Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat membuka peluang kenaikan menuju US$4.450–US$4.500. Sebaliknya, CPI yang panas dapat mengangkat dolar dan yield serta memicu profit taking setelah reli tajam emas.(asd)*

Source: Newsmaker.id

Emas Tutup Menguat, CPI Jadi Ujian Berikutnya
Harga emas mengakhiri perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, dengan penguatan dan tetap berada di sekitar level tertinggi dalam tujuh pekan. Data Trading Economics menunjukkan emas berada di kisaran US$4.389 per troy ons pada akhir perdagangan, naik sekitar 1% dari sesi sebelumnya. Kekuatan emas melanjutkan momentum setelah laporan ketenagakerjaan AS pekan lalu meningkatkan keraguan pasar terhadap kebutuhan Federal Reserve untuk kembali menaikkan suku bunga dalam waktu dekat.

Permintaan terhadap emas juga tetap ditopang momentum beli yang kuat serta meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven. Reuters mencatat emas spot sempat diperdagangkan di US$4.356,79 per troy ons pada Senin setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi tujuh pekan. Pembelian emas oleh bank sentral China turut memberikan dukungan setelah cadangan emas negara tersebut mencatat penambahan terbesar sejak Oktober 2023.

Meski demikian, kenaikan emas menghadapi hambatan dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi. Indeks dolar naik sekitar 0,2% ke 99,80, sementara lonjakan harga minyak kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi. Brent melonjak lebih dari 4% menuju US$87 per barel karena ketidakpastian mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz, membuat pasar kembali mempertimbangkan risiko bahwa inflasi energi dapat membatasi ruang The Fed untuk bersikap lebih dovish.

Perhatian investor kini tertuju pada laporan CPI AS yang dijadwalkan Rabu. Data tersebut akan menjadi ujian besar bagi reli emas karena akan memengaruhi ekspektasi terhadap langkah suku bunga Fed berikutnya. Inflasi yang lebih lunak berpotensi menekan dolar dan yield sekaligus membuka ruang emas untuk kembali menguji area US$4.400, sementara CPI yang lebih panas dapat mendorong repricing suku bunga dan memicu aksi ambil untung setelah reli kuat emas dalam beberapa sesi terakhir.(CP) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.