Berita Emas 14 September 2026

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Emas Sulit Bangkit, Peluang Hike The Fed Capai

Harga emas masih bergerak tertekan di sekitar US$4.300 per troy ounce pada perdagangan Senin (14/09) setelah mencatat penurunan selama tiga pekan berturut-turut. Tekanan datang dari lonjakan harga minyak dan meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga.

Harga minyak melonjak mendekati level tertinggi empat bulan setelah Arab Saudi menutup pipa utama yang digunakan sebagai jalur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz. Penutupan tersebut terjadi menyusul serangan drone dan kembali memperbesar kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Kenaikan harga minyak memperkuat risiko inflasi di tengah konflik Timur Tengah yang masih berlangsung. Kondisi tersebut membuat pasar semakin yakin The Fed akan mempertahankan sikap hawkish. Pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang sekitar 86% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Rabu.

Data inflasi AS pada Jumat menunjukkan CPI tahunan bertahan di 3,4% pada Agustus, sesuai perkiraan, sementara inflasi bulanan naik 0,4%, menjadi kenaikan tercepat dalam tiga bulan. Harga produsen juga mengalami percepatan, sementara pasar tenaga kerja masih menunjukkan ketahanan.

Emas saat ini menghadapi tekanan dari dua arah. Konflik Timur Tengah sebenarnya dapat mendukung permintaan safe haven, tetapi lonjakan minyak juga meningkatkan risiko inflasi, mendorong ekspektasi suku bunga dan yield lebih tinggi. Selama pasar masih memperkirakan kenaikan bunga The Fed, kenaikan Gold berpotensi tetap terbatas meskipun risiko geopolitik belum mereda.

Emas Bangkit, Tapi The Fed Masih Jadi Ancaman

Harga emas menguat lebih dari 1% pada perdagangan Jumat (11/9), bangkit dari tekanan tajam sesi sebelumnya setelah investor memanfaatkan penurunan harga untuk melakukan pembelian. Spot gold naik sekitar 1,1% ke US$4.363,01 per troy ounce, meski secara mingguan masih melemah sekitar 1,5%.

Pemulihan tersebut menunjukkan bahwa emas mulai menemukan dasar jangka pendek setelah koreksi beberapa hari terakhir. Kontrak emas berjangka AS ditutup hampir tidak berubah di sekitar US$4.408,90 per troy ounce, setelah pada Kamis harga spot sempat tertekan hampir 2% menyusul rilis data PPI AS.

Data Consumer Price Index AS menunjukkan inflasi headline naik 0,4% secara bulanan pada Agustus, setelah hanya meningkat 0,1% pada Juli. Hasil tersebut semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan depan.

Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 87% untuk kenaikan suku bunga The Fed, meningkat tajam dari sekitar 67% sebelum rilis data inflasi. Secara teori, ekspektasi suku bunga lebih tinggi menjadi tekanan bagi emas karena meningkatkan opportunity cost memegang aset tanpa imbal hasil.

Namun, aksi beli saat harga turun membantu meredam tekanan. Di sisi lain, harga minyak memang terkoreksi, tetapi masih berada di jalur mencatat kenaikan mingguan kuat. Risiko inflasi energi tetap tinggi dan menjaga permintaan terhadap emas sebagai lindung nilai.

Logam mulia lainnya ikut menguat. Silver naik 1,6% ke US$64,54 per troy ounce, platinum bertambah sekitar 1% ke US$1.792,11, sementara palladium melonjak 2,1% menjadi US$1.308,63. Meski begitu, seluruhnya masih menuju pelemahan mingguan.

Analisa Newsmaker: rebound Gold menunjukkan mulai munculnya minat beli kuat setelah koreksi tajam. Namun, peluang hike The Fed yang sudah mencapai 87% masih menjadi risiko utama. Selama emas mampu mempertahankan area dasar terbaru, peluang pemulihan tetap terbuka, tetapi penguatan yield dan dolar dapat kembali membatasi kenaikan. Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.