
PT Rifan Financindo – Emas Turun di Bawah US$4.300, Hasil AS Perkuat Ekspektasi Kenaikan Fed
Harga emas kembali melemah pada sesi Asia Selasa (15/9), dengan XAU/USD terbaru berada di sekitar US$4.287 per troy ounce. Tekanan penjualan meningkat setelah kenaikan imbal hasil Treasury AS dan penambahan harga energi memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini.
Sebelumnya, harga emas sempat bergerak di sekitar US$4.295 setelah gagal mempertahankan area psikologis US$4.300. Pelemahan ini menunjukkan pasar masih berhati-hati menjelang keputusan suku bunga The Fed dan konferensi pers Ketua The Fed setelah rapat kebijakan.
Tekanan utama datang dari imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun yang sempat menembus 5% untuk pertama kalinya sejak tahun 2023. Kenaikan imbal hasil membuat aset berbunga menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Ekspektasi kebijakan moneter juga semakin kuat setelah data inflasi AS terbaru dan harga energi yang masih tinggi menjaga kekhawatiran inflasi tetap hidup. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan peluang hampir 92,4% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September.
Meski begitu, sebagian tekanan terhadap emas bisa mereda jika hasil AS dan harga minyak mulai terkoreksi dari level tinggi. Strategis OCBC menilai pullback pada imbal hasil Treasury 10 tahun dari area mendekati 5% dan penurunan harga minyak dapat membantu mengurangi tekanan inflasi yang sebelumnya membebani emas batangan.
Analisis Newsmaker: Pelemahan XAU/USD ke area US$4.287 menunjukkan emas masih berada dalam tekanan kuat menjelang FOMC. Selama harga belum mampu kembali menembus US$4.300–US$4.320, bias jangka pendek masih rawan bearish. Jika The Fed menaikkan suku bunga dan memberi sinyal hawkish, emas berisiko turun menuju US$4.250. Namun, jika The Fed terdengar lebih hati-hati atau menahan sinyal kenaikan lanjutan, peluang rebound teknikal ke US$4.330–US$4.350 bisa terbuka. (asd)
Gold Jatuh ke Terendah Sebulan, Fed Hike Capai 93%
Harga emas membuka pekan dengan tekanan kuat pada perdagangan Senin (14/9). XAU/USD sempat jatuh ke US$4.253 per troy ounce, level terendah dalam sekitar satu bulan, sebelum kembali bergerak di sekitar US$4.310. Secara harian, emas masih melemah sekitar 0,85% menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve pekan ini.
Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS dan tingginya yield Treasury. Pasar semakin memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga, membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menjadi kurang menarik dibandingkan obligasi dan instrumen berbasis dolar.
Tekanan terhadap emas semakin besar setelah harga minyak sempat melonjak sekitar 4% akibat serangan baru terhadap infrastruktur energi Arab Saudi, serangan terhadap kapal di kawasan Teluk, serta penutupan pipa utama Saudi. Kenaikan harga energi kembali meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan memperkuat pandangan bahwa bank sentral harus menjaga kebijakan moneter tetap ketat.
Data CPI AS juga mendukung ekspektasi tersebut. Inflasi konsumen naik 0,4% secara bulanan pada Agustus, meningkat dari 0,1% pada Juli. Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 93% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan pekan ini, sementara sebagian ekonom juga memperkirakan setidaknya satu kenaikan tambahan hingga akhir Maret.
Dolar AS yang menguat ke level tertinggi dua pekan turut menekan emas karena membuat logam mulia menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. Logam mulia lainnya ikut melemah, dengan silver turun 1,2% ke US$63,71, platinum turun 1,6% ke US$1.768,17, dan palladium melemah 0,7% ke US$1.290,41.
Analisa Newsmaker: Gold masih menghadapi bias bearish menjelang FOMC karena pasar lebih fokus pada risiko kenaikan suku bunga, dolar yang kuat, dan yield tinggi dibandingkan faktor safe haven. Jika The Fed menaikkan bunga disertai panduan hawkish, tekanan terhadap emas dapat berlanjut. Sebaliknya, sikap yang lebih lunak dari perkiraan dapat membuka peluang rebound. PT Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
