
Rifan Financindo – Emas Terguncang, Pasar Cerna Risiko Tarif & Iran
Harga emas turun ke bawah $5.149/oz pada Selasa setelah menguat selama empat hari beruntun. Koreksi ini terjadi saat pelaku pasar mengevaluasi ulang risiko tarif terbaru AS dan ketidakpastian geopolitik yang masih bertahan.
Dari sisi perdagangan, pemerintahan Trump berupaya menghidupkan kembali agenda tarif global setelah putusan Mahkamah Agung pekan lalu membatalkan banyak bea masuk yang diberlakukan tahun lalu. Pemerintah mengumumkan tarif baru 10% yang mulai berlaku Selasa, dan Trump kemudian mengancam akan menaikkannya menjadi 15%.
Trump juga memperingatkan pada Senin bahwa negara-negara yang “bermain-main” dengan perjanjian dagang yang sudah ada dapat menghadapi tarif yang lebih tinggi. Sinyal ini membuat pasar melihat arah kebijakan tarif masih bisa berubah cepat, sehingga volatilitas pada aset safe haven seperti emas tetap tinggi.
Dari sisi geopolitik, perhatian pasar tetap tertuju pada pembicaraan AS–Iran yang dijadwalkan berlanjut pada Kamis. Trump menyatakan lebih memilih penyelesaian lewat negosiasi, namun juga memberi peringatan adanya konsekuensi serius jika kesepakatan nuklir tidak tercapai—menjaga permintaan defensif tetap ada meski harga emas hari ini terkoreksi.(asd)
Sumber: Newsmaker.id
Ketidakpastian Tarif Trump Dorong Emas Lanjut Rally
Harga emas naik untuk hari kelima berturut-turut, didorong meningkatnya permintaan aset aman (safe haven) di tengah ketidakpastian kebijakan perdagangan AS dan ketegangan geopolitik yang masih membayangi Iran. Investor cenderung menambah posisi defensif ketika arah kebijakan tarif AS kembali berubah-ubah dan risiko Timur Tengah belum mereda.
Emas diperdagangkan mendekati $5.240/oz pada awal sesi, setelah melonjak lebih dari 7% dalam empat sesi sebelumnya. Pasar masih berada dalam mode “bingung” setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menaikkan bea impor global menjadi 15%, menyusul putusan Mahkamah Agung yang menolak skema tarif timbal balik yang ia dorong sebelumnya.
Dari sisi geopolitik, perhatian investor tertuju pada Timur Tengah menjelang lanjutan pembicaraan nuklir AS–Iran. Trump menepis laporan bahwa Pentagon mengkhawatirkan kampanye militer berkepanjangan akan sulit, namun tetap menegaskan preferensinya adalah tercapai kesepakatan. Kombinasi diplomasi yang belum pasti dan risiko eskalasi membuat arus safe haven tetap kuat.
Pada 07:40 waktu Singapura, emas naik 0,2% ke $5.238,65/oz. Perak menguat 0,3% ke $88,49, sementara platinum naik 0,6% dan paladium naik 0,5%. Indeks Spot Dolar Bloomberg ditutup naik 0,1% pada sesi sebelumnya—namun penguatan dolar belum cukup untuk menghapus dorongan safe haven di logam mulia.(alg) Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
