Berita Emas 13 April 2026

PT Rifan

PT Rifan – Emas Merosot usai AS Siapkan Blokade Hormuz

Harga emas turun tajam pada Senin setelah pembicaraan damai AS-Iran berakhir tanpa terobosan dan rencana Washington memblokade Selat Hormuz memperdalam guncangan pasokan energi global. Bullion sempat jatuh hingga 2,2% dan menembus di bawah US$4.650 per troy ounce, menghapus kenaikan pekan sebelumnya.

Militer AS mengatakan blokade akan mulai diterapkan pukul 10.00 waktu Timur (ET) pada Senin, setelah negosiasi akhir pekan gagal mengamankan kesepakatan untuk mengubah gencatan senjata yang rapuh menjadi perdamaian berkelanjutan. Harga minyak dan gas melonjak, sementara Presiden Donald Trump juga menyatakan AS akan mencegat kapal yang membayar pungutan kepada Iran untuk “lintasan aman” di Hormuz, jalur yang sebelum perang dilalui sekitar seperlima minyak mentah dan LNG dunia.

Sentimen pasar berbalik defensif: futures saham melemah dan indeks dolar menguat hingga 0,5%, menjadi tekanan tambahan bagi emas yang dihargakan dalam dolar. Lonjakan energi sekaligus meningkatkan risiko inflasi, membuat pasar menilai bank sentral cenderung menunda pemangkasan suku bunga atau bahkan mempertimbangkan pengetatan lanjutan. Kanal suku bunga ini biasanya negatif bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.

Dampak perang terhadap ekonomi AS juga mulai terlihat pada data inflasi. Inflasi Maret dilaporkan naik paling tinggi dalam hampir empat tahun, dengan lonjakan harga bensin menyumbang hampir tiga perempat kenaikan bulanan, menurut data Biro Statistik Tenaga Kerja AS yang dirilis Jumat.

Sejak perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari, emas turun lebih dari 11%. Pada fase awal konflik, tekanan likuiditas mendorong sebagian investor melepas emas untuk menutup kerugian di aset lain. Dalam beberapa pekan terakhir, emas sempat memulihkan sebagian penurunan karena pasar mulai menimbang risiko perlambatan pertumbuhan yang dapat menahan ekspektasi suku bunga tinggi.

Daniel Hynes, senior commodity strategist di ANZ Banking Group, mengatakan perubahan fokus ke risiko pertumbuhan masih dapat memberi penopang meski emas jatuh di awal pekan. Ia memperkirakan emas bisa kembali menguji level terendah pekan lalu di sekitar US$4.650, tetapi berpotensi bertahan di area tersebut jika tidak ada eskalasi lanjutan yang mendorong kenaikan yield dan dolar lebih jauh.

5 Poin Inti :

– Emas sempat jatuh 2,2% ke bawah US$4.650/oz usai negosiasi AS-Iran buntu.

– AS akan mulai blokade terkait pelabuhan Iran pukul 10.00 ET, Hormuz kembali jadi pusat risiko.

– Minyak dan gas melonjak, dolar menguat; kombinasi ini menekan emas lewat kanal FX dan yield.

– Lonjakan energi memperbesar risiko inflasi, mengurangi peluang pemangkasan suku bunga dan membebani emas.

Emas masih(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Emas Berfluktuasi saat Pasar Menimbang Arah Gencatan Senjata Jelang Pembicaraan AS-Iran

Harga emas bergerak naik-turun karena pelaku pasar masih mengkaji arah gencatan senjata yang masih rapuh, menjelang dimulainya pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan ini. Emas batangan bergerak di sekitar US$4.755 per ounce setelah New York Post melaporkan Presiden AS Donald Trump menyiapkan opsi militer jika perundingan damai di Pakistan akhir pekan ini gagal. Emas berada di jalur kenaikan mingguan ketiga berturut-turut, dengan potensi naik sekitar 1,6% untuk periode ini.

Trump memperingatkan Iran agar “lebih baik berhenti” dari upaya mengenakan biaya pada kapal yang melintas di Selat Hormuz, setelah Iran setuju membuka jalur penting tersebut sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata awal pekan ini. Negosiasi untuk kesepakatan damai jangka panjang dijadwalkan dimulai Sabtu di Islamabad, sementara kendali atas jalur pelayaran itu masih menjadi leverage terkuat Iran.

Dari sisi ekonomi, data AS terbaru pada Jumat menunjukkan harga konsumen naik paling tinggi sejak 2022, tetapi inflasi inti—yang dipantau ketat oleh Federal Reserve—relatif lebih terkendali. Imbal hasil obligasi naik tipis sementara dolar nyaris tak berubah, namun pelaku pasar tetap memasang spekulasi pemangkasan suku bunga tahun ini. Suku bunga yang lebih rendah biasanya mendukung emas karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Emas juga ditopang indikasi bahwa sebagian pembeli emas terbesar dunia masih menambah cadangan. Bank sentral Polandia mempertahankan target untuk menaikkan cadangan ke 700 ton, menurut pernyataan gubernurnya. China juga memanfaatkan harga yang lebih rendah untuk menambah sekitar 5 ton pada Maret, menjadi pembelian bulanan terbesar dalam lebih dari setahun. ANZ Bank menilai koreksi harga belakangan ini dapat mendorong akumulasi lebih lanjut, dengan pembelian bank sentral global tahun ini diperkirakan sekitar 850 ton.

Pada 16:04 waktu New York, emas spot turun 0,3% menjadi US$4.753,78 per ounce. Perak naik 1,2% ke US$76,24 per ounce. Platinum dan paladium melemah. Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,1%.(mrv) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.