Berita Emas 14 April 2026

Rifan Financindo – Emas Rebound saat Sinyal Negosiasi AS–Iran Muncul Lagi
Harga emas menguat tipis setelah dua sesi turun, seiring pasar menilai peluang menghidupkan kembali pembicaraan damai AS–Iran dapat meredakan kekhawatiran inflasi yang sempat menekan bullion. Emas diperdagangkan di sekitar US$4.765/oz pada awal sesi, memulihkan sebagian besar penurunan 0,6% dalam dua hari sebelumnya.

Penguatan terjadi meski AS mulai menerapkan blokade laut di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump mengatakan pejabat Iran telah menghubungi pemerintahannya dengan keinginan “membuat kesepakatan.” Secara terpisah, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Teheran siap melanjutkan pembicaraan damai dalam kerangka hukum internasional.

Seiring munculnya harapan diplomasi, harga minyak melemah dan kembali di bawah US$100/barel, sementara saham menguat. Indeks dolar turun sekitar 0,2%, memberi dukungan tambahan bagi emas yang dihargakan dalam dolar.

Turunnya energi membantu meredakan tekanan inflasi yang selama enam pekan terakhir membebani emas. Lonjakan biaya energi sebelumnya membuat pasar menilai bank sentral cenderung menahan suku bunga lebih lama, bahkan membuka peluang pengetatan—kondisi yang biasanya negatif bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil.

Namun, risiko guncangan pasokan energi belum hilang. Blokade AS di Hormuz tetap meningkatkan tekanan terhadap Iran, dengan angkatan laut AS bergerak membatasi kapal yang melintas ke dan dari pelabuhan serta wilayah pesisir Iran. Karena tensi masih tinggi, pasar uang AS tetap mematok peluang pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini di bawah satu banding lima.

Meski sempat pulih moderat dalam beberapa pekan terakhir, emas masih turun sekitar 10% sejak konflik pecah pada akhir Februari. Pada fase awal perang, tekanan likuiditas mendorong investor menjual emas untuk menutup kerugian di aset lain. Pada 07:11 waktu Singapura, emas spot naik 0,5% ke US$4.765,03/oz, perak naik 0,4% ke US$75,88/oz, sementara platinum dan paladium ikut menguat.

5 Poin Inti :

  • Emas naik tipis ke sekitar US$4.765/oz setelah dua hari turun.
  • Trump klaim Iran menghubungi AS untuk “membuat kesepakatan”; Iran siap lanjut bicara damai.
  • Minyak turun di bawah US$100, saham menguat, dolar melemah, mendukung emas.
  • Turunnya energi meredakan risiko inflasi, tetapi blokade Hormuz menjaga ketidakpastian tinggi.
  • Pasar uang AS masih melihat peluang rate cut tahun ini <20%; emas masih turun -10% sejak akhir Februari.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Emas Turun Tipis saat Rencana Blokade Hormuz AS Angkat Risiko Inflasi
Harga emas melemah di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi setelah Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade Selat Hormuz, memperdalam guncangan pasokan energi global. Bullion sempat turun hingga 2,2% ke bawah US$4.650 per ounce sebelum memangkas sebagian besar penurunan.

Trump mengatakan Iran menghubungi AS terkait pembicaraan damai saat pasukan AS memulai blokade laut. Namun Iran menyalahkan AS atas gagalnya negosiasi gencatan senjata pada akhir pekan dan Teheran belum mengonfirmasi adanya pembicaraan lanjutan.

Harga minyak memangkas sebagian kenaikan awal tetapi tetap bertahan dekat US$100 per barel saat Trump berbicara di Gedung Putih. Dolar dan imbal hasil obligasi turun, memberi dukungan bagi emas. Meski begitu, level harga energi yang tinggi dan rilis inflasi AS menggeser fokus pasar kembali ke risiko inflasi.

Pasar uang AS kini memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga hingga Desember kurang dari satu banding lima. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi biasanya menjadi tekanan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil, karena emas cenderung diuntungkan ketika biaya pinjaman rendah.

“Peristiwa akhir pekan jelas membuat gencatan senjata yang rapuh terancam dan kemungkinan memperpanjang konflik,” kata Paras Gupta, head of discretionary portfolio management Asia di Union Bancaire Privée. Namun ia menilai pergerakan emas kali ini “tidak se-ekstrem” dibanding fase awal perang. Bank swasta Swiss tersebut disebut mulai menambah emas secara bertahap ke portofolio klien, setelah sebelumnya memangkas eksposur ke 3% dari sekitar 10%.

Emas tercatat turun sekitar 10% sejak konflik dimulai pada akhir Februari, ketika tekanan likuiditas pada pekan-pekan awal mendorong investor menjual emas untuk menutup kerugian di aset lain. Dalam periode lebih baru, emas sempat memulihkan sebagian penurunan karena fokus pasar pada perlambatan pertumbuhan mulai menahan kekhawatiran suku bunga yang lebih tinggi.

Daniel Hynes, senior commodity strategist di ANZ Banking Group, menilai perubahan fokus tersebut masih dapat memberi penopang bagi emas meski terjadi penurunan pada Senin. Pada 13:33 waktu New York, emas spot turun 0,1% menjadi US$4.746,81 per ounce. Perak turun 0,6% ke US$75,38, sementara platinum dan paladium menguat.(mrv) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.