Berita Emas 15 April 2026

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Emas Stabil, Harapan Talks Menguat
Harga emas bertahan menguat di awal perdagangan Rabu, ditopang optimisme bahwa AS dan Iran berupaya mencapai penyelesaian lewat negosiasi yang dapat meredakan tekanan inflasi dari guncangan pasokan energi. Bullion berada di sekitar US$4.840/oz setelah naik 2,1% pada sesi sebelumnya.

Sumber yang mengetahui pembahasan mengatakan Washington dan Teheran sedang menyiapkan putaran kedua pembicaraan damai dalam beberapa hari ke depan. Presiden Donald Trump, dikutip New York Post, menyebut negosiasi bisa berlanjut “dalam dua hari ke depan,” menjaga pasar pada narasi deeskalasi meski situasi lapangan masih rapuh.

Dukungan tambahan datang dari kombinasi pasar makro: dolar melemah 0,3% dan saham AS melonjak pada Selasa, sementara minyak relatif stabil pada Rabu. Pelemahan dolar membantu emas yang dihargakan dalam USD, dan penurunan harga energi dalam beberapa hari terakhir turut mengurangi tekanan inflasi yang sebelumnya menahan pergerakan emas.

Namun emas masih menghadapi hambatan dari sisi suku bunga. Kekhawatiran inflasi sempat mendorong pasar memperkirakan bank sentral akan menahan suku bunga lebih lama atau bahkan mengetatkan, yang biasanya negatif bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil. Secara kumulatif, emas masih turun sekitar 8% sejak konflik dimulai, karena tekanan likuiditas pada fase awal perang sempat mendorong investor melepas posisi untuk menutup kerugian di aset lain.

Risiko geopolitik tetap menjadi faktor penentu. Kebuntuan di Selat Hormuz masih berlangsung, dengan AS melanjutkan blokade laut untuk menekan ekspor minyak Iran, sementara Teheran mempertimbangkan jeda pengiriman jangka pendek. Bahkan jika perang berakhir, gangguan pasokan diperkirakan tidak pulih cepat karena infrastruktur energi Teluk dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan misil dan drone. Emas spot terakhir turun tipis 0,1% ke US$4.838,53/oz pada 07:13 waktu Singapura.

5 Poin Inti :

  • Emas bertahan dekat US$4.840/oz setelah reli 2,1% pada sesi sebelumnya.
  • AS–Iran disebut menyiapkan putaran kedua talks; Trump mengatakan bisa lanjut “dua hari ke depan.”
  • Dolar melemah 0,3% dan reli saham AS mendukung emas; minyak stabil membantu meredakan tekanan inflasi.
  • Risiko suku bunga masih membatasi: inflasi energi sempat dorong ekspektasi higher-for-longer, negatif bagi emas non-yielding.
  • Konflik Hormuz masih rapuh: blokade AS dan potensi jeda pengiriman Iran menjaga volatilitas; pemulihan energi bisa lama karena kerusakan infrastruktur.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Emas Melonjak saat Harapan Pembicaraan Iran Tekan Dolar Lagi
Harga emas (XAU/USD) melonjak hampir 2% pada Selasa (14/4) seiring meningkatnya optimisme bahwa pembicaraan AS–Iran dapat dilanjutkan, meski blokade Selat Hormuz masih berlangsung dan militer AS dilaporkan menyita kapal-kapal yang terkait Iran. XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.835, setelah memantul dari level terendah harian US$4.742.

Arah pasar tetap sangat dipengaruhi headline geopolitik. Presiden AS Donald Trump kembali menjadi sorotan dan mengisyaratkan kemungkinan pertemuan antara Washington dan Teheran dalam pekan ini. Kepada New York Post, Trump mengatakan situasi bisa berkembang “dalam dua hari ke depan,” yang memicu pembacaan pasar bahwa jalur diplomasi belum tertutup.

Dolar AS tetap berada di bawah tekanan seiring pasar mem-price-in peluang deeskalasi konflik. Indeks dolar (DXY) menyentuh level terendah enam pekan di 97,96 dan turun sekitar 0,26% pada sesi tersebut, ikut terbebani oleh pelemahan harga minyak. Di saat yang sama, WTI anjlok hampir 6,4% ke US$91,72/barel, dan kombinasi pelemahan minyak-dolar serta membaiknya risk appetite menjadi penopang tambahan bagi emas.

Dari sisi kebijakan moneter, perhatian juga tertuju pada komentar pejabat The Fed di tengah rilis data tenaga kerja dan inflasi. Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan bank sentral mungkin menahan suku bunga tahun ini dan baru melihat peluang pemangkasan pada 2027 jika harga energi tetap tinggi karena perang Iran. Ia menilai fase harga minyak tinggi yang berkepanjangan dapat menunda laju inflasi menuju target 2% The Fed.

Sementara itu, Gubernur The Fed Stephen Miran mengatakan pada Senin bahwa ia memperkirakan inflasi akan lebih dekat ke target dalam satu tahun dan tidak melihat alasan harga minyak harus bertahan tinggi. Namun kekhawatiran inflasi telah membuat investor mengurangi spekulasi pada skenario dovish, dengan pasar uang mulai berspekulasi The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil sepanjang tahun, menurut Prime Market Terminal.(mrv) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.