Berita Emas 20 April 2026

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Emas Turun, Insiden Hormuz Picu Kekhawatiran!
Harga emas melemah setelah kapal-kapal kembali mendapat tembakan di Selat Hormuz pada akhir pekan, memicu kekhawatiran baru soal gangguan pasokan energi yang memperkuat tekanan inflasi selama lebih dari tujuh pekan konflik di Timur Tengah. Bullion turun mendekati $4.762 per ons pada perdagangan awal, memangkas sebagian besar kenaikan 1,7% pekan lalu.

Presiden Donald Trump mengatakan Angkatan Laut AS menembaki dan menyita kapal kargo berbendera Iran, sementara Teheran memperingatkan kapal yang mendekati selat akan dianggap melanggar gencatan senjata. Sejumlah kapal dilaporkan terpaksa membatalkan penyeberangan hanya beberapa jam setelah Iran menyatakan jalur tersebut terbuka, sehingga kembali menambah ketidakpastian logistik di titik kunci perdagangan energi global.

Perkembangan terbaru juga menekan peluang perundingan damai di Islamabad. Trump menyebut melihat peluang kesepakatan, tetapi juga kembali mengeluarkan ancaman terhadap infrastruktur Iran, sementara Iran menyatakan tidak ada “prospek yang jelas” untuk tercapainya kesepakatan. Episode ini menegaskan rapuhnya gencatan senjata yang disebut akan berakhir pada Selasa.

Di pasar lain, harga minyak melonjak pada Senin setelah sempat turun pada sesi sebelumnya ketika Iran menyatakan Hormuz “sepenuhnya terbuka”. Kontrak berjangka saham AS melemah, sementara indeks dolar menguat hingga sekitar 0,3%, yang menekan emas karena dihargakan dalam dolar AS.

Dari sisi fundamental, guncangan pasokan energi yang berkepanjangan meningkatkan risiko inflasi, sehingga bank sentral dinilai lebih mungkin menahan suku bunga atau bahkan menaikkannya, kondisi yang menjadi hambatan bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil. Spot gold turun 1% ke $4.780,89 per ons pada 06.57 di Singapura; perak turun 1,6% ke $79,59, sementara platinum dan palladium juga melemah, dengan Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,2%.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Iran Nyatakan Hormuz Terbuka, Emas Melonjak
Harga emas menguat tajam pada hari Jumat (17/4) setelah Iran mengumumkan Selat Hormuz kini “sepenuhnya terbuka” bagi lalu lintas komersial selama sisa periode gencatan senjata, sebuah perkembangan yang dipandang sebagai langkah besar menuju meredanya perang dengan AS dan Israel yang sempat mendorong lonjakan harga energi dan meningkatkan risiko perlambatan ekonomi.

Bullion sempat naik hingga 2,1% sebelum memangkas sebagian penguatan, seiring dolar AS dan yield Treasury melemah. Kombinasi dolar yang lebih lemah dan suku bunga yang turun mendukung emas karena diperdagangkan dalam dolar dan tidak memberikan imbal hasil.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pembukaan itu sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, dan kapal komersial dapat melintas melalui rute terkoordinasi yang telah diumumkan otoritas Iran. Perkembangan ini ikut meredakan kekhawatiran bahwa guncangan energi akan memicu inflasi yang memaksa bank sentral menunda pemangkasan suku bunga atau bahkan menaikkan suku bunga—skenario yang biasanya membebani komoditas non-yielding seperti emas.

Emas sempat memangkas sebagian kerugian perang dalam beberapa hari terakhir seiring optimisme ceasefire meningkat, namun masih turun hampir 8% sejak konflik Iran dimulai pada akhir Februari. Pada 09:37 waktu New York, spot gold naik 1,6% menjadi US$4.864,51/oz. Perak melonjak 5%, sementara platinum dan palladium turut menguat. Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,5%. (Arl)* Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.