Berita Emas 12 Agustus 2026

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Emas Stabil Jelang CPI, Hormuz dan Suku Bunga Jadi Penentu

Harga emas bergerak relatif stabil pada perdagangan Rabu (12/08) setelah terkoreksi dari level tertinggi dua bulan pada sesi sebelumnya. Emas spot berada di sekitar US$4.368–US$4.370 per troy ons, setelah Selasa ditutup turun sekitar 0,5%.

Pasar masih mencermati perkembangan Selat Hormuz. Menteri Pertahanan Pakistan mengatakan AS dan Iran mulai mendekati suatu bentuk kesepakatan untuk membuka kembali jalur tersebut, meski Washington dan Teheran sama-sama menunjukkan sikap yang lebih keras dalam beberapa hari terakhir.

Di sisi lain, harga minyak masih bertahan tinggi setelah menguat selama empat sesi berturut-turut. Kondisi ini kembali menimbulkan kekhawatiran inflasi dan membuat pasar sulit memastikan arah kebijakan The Fed. Peluang kenaikan suku bunga 25 basis poin bulan depan kini berada di sekitar 50:50.

Fokus utama investor hari ini tertuju pada CPI AS Juli. Konsensus memperkirakan inflasi bulanan naik sekitar 0,1%, setelah sebelumnya turun 0,4%. Setelah data tenaga kerja AS melemah, CPI yang lebih rendah dapat semakin mengurangi tekanan bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga.

Namun, risiko bagi emas tetap datang dari inflasi energi. Jika harga minyak tinggi mendorong CPI lebih panas, ekspektasi kenaikan suku bunga dapat kembali meningkat. Kondisi tersebut berpotensi mengangkat dolar dan yield Treasury serta menekan daya tarik emas.

Analisis Newsmaker: Gold masih bertahan kuat di atas US$4.300, tetapi belum mengonfirmasi kelanjutan rally besar. Area US$4.200 menjadi support penting, sementara US$4.500 menjadi resistance utama berikutnya. CPI yang lebih dingin dapat membuka peluang emas kembali menuju US$4.400–US$4.500, sedangkan inflasi yang panas berpotensi mendorong koreksi lebih dalam.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Emas Terkoreksi Tipis, Pasar Menanti CPI AS

Harga emas bergerak melemah tipis pada perdagangan Selasa (11/8), tetapi masih bertahan dekat level tertinggi lebih dari dua bulan. Emas spot turun sekitar 0,3% ke US$4.376,31 per troy ons, setelah sebelumnya sempat menyentuh US$4.434,84, level tertinggi sejak 5 Juni.

Emas sempat mencoba menembus rata-rata pergerakan 100 hari yang berada di sekitar US$4.387,92. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS justru ditutup naik sekitar 0,5% ke US$4.441,10, menunjukkan minat beli masih cukup kuat meski pasar mulai berhati-hati.

Fokus investor kini beralih ke data inflasi AS. CPI akan dirilis Rabu, kemudian dilanjutkan PPI pada Kamis. Pasar ingin melihat apakah tekanan inflasi benar-benar mulai terkendali setelah data tenaga kerja Juli yang lemah sebelumnya menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed dan mendorong emas naik 2,4% dalam satu sesi.

Meski demikian, peluang kenaikan suku bunga belum sepenuhnya hilang. Pasar masih memperkirakan sekitar 50% peluang kenaikan suku bunga pada September dan sekitar 79% pada Desember. Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack juga menilai kenaikan suku bunga secara bertahap dapat diperlukan untuk mencegah inflasi kembali meningkat.

Dari sisi geopolitik, ketegangan AS-Iran masih menjadi penopang sentimen safe haven. Presiden Donald Trump kembali mengajukan tuntutan kepada Teheran dalam proses negosiasi damai, sementara harga minyak tetap berada dekat level tertinggi satu minggu. Kondisi ini menjaga risiko inflasi energi tetap tinggi.

Analisis Newsmaker: Emas masih menunjukkan struktur bullish setelah reli kuat pekan lalu, tetapi area US$4.388–US$4.435 menjadi resistance penting. Jika CPI lebih rendah dari perkiraan, peluang emas menembus area tersebut akan semakin besar. Sebaliknya, CPI yang lebih panas dapat mengangkat yield dan dolar, sehingga memicu koreksi kembali menuju area US$4.350–US$4.360.(yds) Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.