
PT Rifan Financindo Berjangka – Rate Cut di Radar, Emas Koreksi dulu atau Terbang?!
Harga emas (XAU/USD) terus naik ke area $4.140–$4.150 di awal sesi Asia Rabu (12/11). Dorongan datang dari taruhan pemangkasan suku bunga The Fed jelang akhir tahun, yang menurunkan biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Data ADP menunjukkan perusahaan AS kehilangan rata-rata >11.250 pekerjaan per minggu hingga 25 Oktober. Sinyal pelemahan pasar kerja ini memicu spekulasi pelonggaran tambahan; CME FedWatch kini mem-price-in 68% peluang turun 25 bps di bulan Desember dan 80% pada bulan Januari.
Agenda Fedspeak hari ini juga diawasi dengan ketat: John Williams, Anna Paulson, Christopher Waller, Raphael Bostic, Stephen Miran, dan Susan Collins dijadwalkan berbicara. Nada yang lebih dovish bisa menopang emas, sementara nada hawkish berpotensi menahan laju.
Di sisi risiko, kemajuan akhir penutupan pemerintah AS bisa mengurangi permintaan safe haven. Senat telah meloloskan pendanaan sementara yang berpotensi membuka kembali pemerintah hingga 30 Januari, sehingga kembalinya data resmi dan memulihkan kejelasan makro dapat menguji kekuatan reli emas.(asd)
Sumber: Newsmaker.id
Emas Bersinar Lagi, Ekspektasi Fed Jadi Pemicu!
Harga emas menyentuh level tertinggi hampir tiga pekan pada Selasa (11/11), didorong ekspektasi bahwa berakhirnya shutdown pemerintah AS dan dimulainya kembali rilis data ekonomi bisa membuka jalan bagi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga bulan depan.
Emas spot naik 0,3% menjadi $4.126,77 per ons pada 3:13 sore waktu setempat (2013 GMT), setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 23 Oktober.
Kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember turun 0,1% dan ditutup di $4.116,30 per ons.
Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas—yang secara tradisional dianggap sebagai safe haven—cenderung diuntungkan dalam lingkungan suku bunga rendah.
“Para pelaku pasar percaya (data) akan menunjukkan pelemahan ekonomi dan itu akan mendorong The Fed memangkas suku bunga pada Desember… kemungkinan hal itu yang memicu bull di pasar emas dan perak hari ini,” ujar Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals.
Senat AS pada Senin menyetujui kompromi yang akan mengakhiri penutupan pemerintah terpanjang dalam sejarah. Penutupan tersebut memicu jeda publikasi data, membuat pembuat kebijakan dan pasar kekurangan indikator kunci tenaga kerja dan inflasi.
Bank sentral telah memangkas suku bunga pada pertemuan terakhirnya, namun Ketua Jerome Powell menekankan bahwa pemangkasan lagi tahun ini masih jauh dari pasti. Pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga Desember sebesar 64%, menurut CME FedWatch Tool.
Data pekan lalu menunjukkan ekonomi AS kehilangan lapangan kerja pada Oktober, sementara sentimen konsumen merosot ke level terendah tiga setengah tahun pada awal November.
Sementara itu, Gubernur The Fed Stephen Miran pada Senin mengisyaratkan bahwa pemangkasan 50 basis poin mungkin tepat untuk Desember, mengingat melemahnya pasar tenaga kerja dan menurunnya inflasi.
Permintaan emas tahun ini dan tahun depan diperkirakan mencapai level terkuat sejak 2011, kata UBS dalam sebuah catatan. “Setiap kenaikan signifikan pada risiko politik dan pasar keuangan bisa mendorong emas menuju target kenaikan kami di USD 4.700/oz,” tambah mereka.
Di tempat lain, perak spot naik 1,2% ke $51,12 per ons, level tertinggi sejak 21 Oktober. Platinum naik 0,4% ke $1.583,72, dan paladium menguat 2% ke $1.442,75.(yds) PT Rifan Financindo Berjangka.
Sumber : NewsMaker
