
Rifan Financindo – Emas Bangkit Lagi di Tengah Euforia Saham
Harga emas terus memulihkan kejatuhannya setelah koreksi terakhir, menandakan permintaan terhadap logam mulia ini masih kuat meski sentimen risiko di pasar keuangan global sedang membaik. Emas batangan sebelumnya diperdagangkan di sekitar US$4.095 per troy ounce, setelah naik 0,3% pada sesi sebelumnya.
Di saat yang sama, saham-saham teknologi raksasa dunia menguat didorong ekspektasi prospek cerah Nvidia yang diperkirakan bisa kembali memicu reli bertema kecerdasan buatan (AI) di Wall Street. Menariknya, belakangan pergerakan emas cenderung cukup berkorelasi dengan saham, terutama sektor teknologi dan AI.
Pada Rabu pagi di Singapura, emas naik sekitar 0,5% ke level US$4.097,51 per ons. Indeks Bloomberg Dollar Spot juga menguat 0,5%, kenaikan harian tertinggi sejak 25 September, yang biasanya menjadi faktor penekan bagi emas, namun kali ini belum mampu membalikkan tren pemulihan.
Logam mulia lainnya ikut menguat, dengan perak, platinum, dan palladium sama-sama mencatat kenaikan. Ini menunjukkan minat pasar terhadap aset lindung nilai masih terjaga, meskipun sebagian investor kembali masuk ke aset berisiko seperti saham teknologi.(asd)
Sumber : Bloomberg.com
Emas Tak Kuat Tahan Reli, Risalah The Fed Buar Pasar Ragu
Harga emas memangkas kenaikannya pada hari Rabu (19/11) setelah rilis risalah rapat terbaru Federal Reserve, sementara pelaku pasar berfokus pada data ekonomi mendatang untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah suku bunga AS.
Harga emas spot naik 0,2% menjadi $4.073,79 per ons, pukul 14.25 ET (19.25 GMT), setelah melonjak lebih dari 1% di awal sesi. Harga emas berjangka AS untuk bulan Desember ditutup 0,4% lebih tinggi di $4.082,80.
The Fed yang terpecah pendapatnya memangkas suku bunga bulan lalu, meskipun para pembuat kebijakan memperingatkan bahwa biaya pinjaman yang lebih rendah dapat berisiko melemahkan upaya untuk menekan inflasi yang telah berada di atas target 2% bank sentral AS selama empat setengah tahun, menurut risalah rapat 28-29 Oktober.
Ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan dengan lugas dan tidak biasa dalam konferensi pers pasca-pertemuan bahwa penurunan suku bunga pada pertemuan The Fed 9-10 Desember bukanlah “keputusan yang sudah pasti”.
“Risalah rapat ini sudah berlalu. Lebih penting untuk melihat apa yang terjadi di bulan Desember dan The Fed membutuhkan lebih banyak data untuk memutuskan hal itu,” kata analis Marex, Edward Meir.
“The Fed akan mendapatkan data sedikit demi sedikit, dan itu akan menjadi fokus utama.”
Para pedagang kini hanya melihat peluang 30% untuk penurunan suku bunga di bulan Desember, menurut data dari CME FedWatch.
Presiden AS Donald Trump kembali mengkritik Powell karena tidak menurunkan suku bunga lebih cepat.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah dan selama masa ketidakpastian ekonomi.
Data yang akan segera dirilis adalah laporan ketenagakerjaan bulan September pada hari Kamis, yang tertunda karena penutupan pemerintah AS.
Sementara itu, Biro Statistik Tenaga Kerja AS menyatakan tidak akan menerbitkan laporan ketenagakerjaan untuk bulan Oktober, setelah penutupan pemerintah yang baru saja berakhir mencegah pengumpulan data untuk survei rumah tangga.
Data menunjukkan pada hari Selasa bahwa jumlah warga Amerika yang menerima tunjangan pengangguran mencapai titik tertinggi dalam dua bulan pada pertengahan Oktober.
Harga perak spot naik 0,7% menjadi $51,05 per ons, platinum naik 0,7% menjadi $1.543,12, sementara paladium turun 1,6% menjadi $1.378. (Arl) Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
