Berita Emas 3 Desember 2025

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Emas Turun di Bawah $4.200 Saat Pedagang Realisasikan Cuan Jelang Rapat The Fed
Harga emas (XAU/USD) melemah sekitar 0,80% pada hari Selasa (2/12) karena para pedagang terlihat melakukan aksi ambil untung menjelang rapat kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) pekan depan, di tengah menguatnya Dolar AS. Pada saat penulisan, XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.193 per troy ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di $4.240.

Minat terhadap aset safe haven seperti emas tertekan oleh sentimen pasar yang lebih optimistis, sementara Dolar AS – yang tercermin dalam Indeks Dolar AS (DXY) – bertahan kuat di level 99,44, naik 0,04%.

Sementara kemarin, data Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM untuk bulan November dirilis lebih lemah dari perkiraan, sehingga meningkatkan tekanan bagi The Fed untuk mulai menurunkan biaya pinjaman. Di saat yang sama, emas juga tertekan oleh komentar bernada hawkish dari Gubernur Bank of Japan (BoJ), Kazuo Ueda, yang menyatakan bahwa bank sentral sedang mengevaluasi kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya.

Sementara itu, para pelaku pasar menunggu hasil pertemuan The Fed pada 9–10 Desember, dengan komite kebijakan yang terlihat terbelah. Di kubu dovish terdapat Gubernur The Fed Christopher Waller, Stephen Miran, Michelle Bowman, serta Presiden The Fed New York John Williams. Di sisi hawkish, terdapat Presiden The Fed Boston Susan Collins, Kansas City Jeffrey Schmid, St. Louis Alberto Musalem, Chicago Austan Goolsbee, serta Gubernur Michael Barr. Adapun Ketua The Fed Jerome Powell, Wakil Ketua Philip Jefferson, dan Gubernur Lisa Cook dinilai berada dalam posisi yang lebih netral.

Menjelang akhir pekan ini, pelaku pasar emas akan mencermati rilis data perubahan ketenagakerjaan versi ADP, serta indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Core PCE), yang merupakan indikator inflasi favorit The Fed dan dijadwalkan rilis pada hari Jumat.(yds)

Source: FXstreet.com

Profit Taking Tekan Emas, Pasar Nunggu Sinyal Cut Rate
Harga emas turun tipis pada hari Selasa (2/12) karena investor melakukan aksi ambil untung pasca menyentuh level tertinggi enam minggu pada sesi sebelumnya, meskipun ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve tetap memberikan dukungan menjelang rilis data ekonomi utama AS pekan ini.

Harga emas spot melemah 0,3% menjadi $4.219,96 per troy ounce pada pukul 09.58 pagi waktu New York (14.58 GMT), setelah sempat turun lebih dari 1% di awal sesi.

Kontrak berjangka emas AS pengiriman Februari turun 0,5% ke level $4.253,10 per troy ounce.

“Ini kemungkinan hanya sedikit aksi ambil untung… fokus utama pasar belakangan ini adalah ekspektasi pemangkasan suku bunga dan hal itu masih cukup stabil,” kata Peter Grant, wakil presiden dan analis logam senior di Zaner Metals.

“Kita berada dalam pola kelanjutan yang pada akhirnya akan mengarah ke breakout naik dan saya masih menyukai skenario emas di $5.000 pada awal tahun depan.”

Data terbaru yang menunjukkan perlambatan bertahap ekonomi AS, ditambah sinyal bernada dovish dari para pembuat kebijakan Federal Reserve, telah memperkuat ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed pekan depan, dengan pelaku pasar memperkirakan probabilitas langkah tersebut sekitar 87%.

Investor juga menantikan laporan ketenagakerjaan ADP untuk bulan November pada hari Rabu dan data Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) bulan September yang tertunda, yang akan dirilis pada hari Jumat, dan merupakan indikator inflasi pilihan The Fed. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menguntungkan emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Bank-bank sentral membeli 53 ton emas pada bulan Oktober, naik 36% secara bulanan dan menjadi permintaan bersih bulanan terbesar sejak awal 2025, menurut World Gold Council.

Perak mundur dari rekor tertinggi $58,83 yang tercapai pada hari Senin, turun 0,4% ke $57,42 per troy ounce. Secara tahun kalender (year-to-date), harganya sudah naik lebih dari 100%.

“Tidak ada alasan baru untuk lonjakan harga perak baru-baru ini. Namun, alasan yang sudah diketahui masih berlaku, yakni pasokan yang ketat, yang tercermin dari rendahnya level persediaan di bursa Shanghai,” tulis Commerzbank dalam sebuah catatan, seraya menambahkan bahwa mereka memperkirakan kenaikan harga lanjutan, meski moderat, hingga $59 pada tahun mendatang.

Platinum turun 2% ke $1.624,20, sementara paladium naik 0,7% ke $1.434,29.(yds) PT Rifan Financindo.

Source : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.