
Rifan Financindo – Minyak Turun, Saham Naik, Emas Ikut Pulih
Harga emas melanjutkan penguatan setelah laporan bahwa AS mencari jalur diplomatik untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, yang membantu memutus rangkaian pelemahan sembilan hari. Emas sempat naik hingga sekitar 1,8% dan kembali ke atas US$4.500 per ons, memperpanjang kenaikan setelah lonjakan 1,6% pada sesi sebelumnya.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran menawarkan sebuah “hadiah” sebagai itikad baik dalam negosiasi, dan mengaitkannya dengan arus energi melalui Selat Hormuz. Axios melaporkan Washington dan para mediator kawasan membahas kemungkinan menggelar pembicaraan damai tingkat tinggi paling cepat Kamis, namun masih menunggu respons dari Teheran.
Perubahan sentimen tampak lintas aset: minyak melemah, ekuitas menguat, dan indeks dolar Bloomberg turun sekitar 0,2%. Sejak perang dimulai lebih dari tiga pekan lalu, emas cenderung bergerak searah saham dan berlawanan dengan minyak, karena energi mahal memicu kekhawatiran inflasi dan memperkuat ekspektasi suku bunga lebih tinggi—biasanya menjadi hambatan bagi logam mulia yang tidak memberi imbal hasil.
Meski ada jeda tekanan, pasar masih rentan. Iran tetap memegang kendali kuat atas Hormuz dan Israel melanjutkan serangan, sementara pemerintahan Trump memerintahkan pengerahan tambahan sekitar 2.000 personel Divisi Lintas Udara ke-82 ke Timur Tengah, menambah ribuan pasukan yang dijadwalkan tiba dalam beberapa hari. Kombinasi diplomasi yang belum pasti dan eskalasi militer membuat arah emas tetap sensitif terhadap headline.
Di sisi aliran dana, tekanan likuiditas beberapa pekan terakhir sempat mendorong investor menjual emas untuk mengumpulkan kas di tengah pelemahan saham dan obligasi global. Muncul pula laporan bahwa sebagian bank sentral mempertimbangkan penggunaan cadangan emas untuk menstabilkan mata uang; Turki disebut menyiapkan opsi tambahan termasuk potensi swap emas-valuta asing di pasar London, di tengah volatilitas yang dipicu perang.
Pada 08:03 pagi di Singapura, emas spot naik 1,6% ke US$4.546,55 per ons. Perak naik 2,4% ke US$72,89, setelah menguat 3% pada sesi sebelumnya. Platinum dan paladium juga naik, sementara indeks dolar Bloomberg turun 0,2%. (asd)
Sumber : Newsmaker.id
Emas Bertahan Menguat usai Laporan Negosiasi AS untuk Akhiri Perang Iran
Harga emas cenderung stabil setelah memutus tren turun sembilan hari beruntun, ketika investor menimbang laporan bahwa Amerika Serikat tengah mencari jalur diplomatik untuk mengakhiri perang dengan Iran—meski pada saat yang sama AS juga menambah kehadiran militernya di Timur Tengah.
Emas berada di sekitar $4.480/oz pada perdagangan awal, setelah menguat sekitar 1,6% pada sesi sebelumnya. Presiden AS Donald Trump memberi sinyal Iran menawarkan sebuah “hadiah” sebagai bentuk itikad baik dalam negosiasi, dan menyebut hal itu terkait arus energi melalui Selat Hormuz. Washington bersama mediator regional juga disebut membahas kemungkinan menggelar perundingan tingkat tinggi dalam waktu dekat.
Namun, konflik di lapangan belum menunjukkan tanda melunak. Iran masih memegang kendali ketat atas Hormuz, sementara Israel melanjutkan serangan ke wilayah Iran. Pemerintahan Trump memerintahkan Divisi Lintas Udara 82nd Airborne untuk mengerahkan sekitar 2.000 personel ke Timur Tengah, menambah sekitar 5.000 pasukan lain yang diperkirakan mulai tiba dalam beberapa hari ke depan—memperkuat sinyal bahwa opsi militer masih berada di meja.
Di sisi makro, kenaikan harga energi akibat konflik meningkatkan risiko inflasi dan mendorong pasar memasang kemungkinan suku bunga bertahan lebih tinggi—kondisi yang biasanya menjadi hambatan bagi logam mulia non-yielding. Selain itu, pelemahan di pasar saham dan obligasi global juga sempat memaksa sebagian investor menjual emas untuk memperoleh likuiditas, sehingga memperbesar tekanan pada emas sejak perang dimulai lebih dari tiga pekan lalu.
Ada pula laporan bahwa sebagian bank sentral mulai menjual emas untuk mempertahankan mata uang. Bank sentral Turki, misalnya, disebut menyiapkan perangkat kebijakan yang lebih luas untuk menopang lira dari volatilitas terkait perang—termasuk opsi memanfaatkan cadangan bullion dan pembahasan kemungkinan transaksi gold-for-foreign-currency swap di pasar London.
Akumulasi besar emas oleh bank sentral sejak 2022 menjadi salah satu pendorong utama bull run emas dalam beberapa tahun terakhir, meskipun laju pembeliannya sudah mulai melambat memasuki tahun ini.
Pada pembaruan terakhir, emas spot naik tipis 1,7% ke $4.535,50 pada 07:45 pagi waktu Singapura. Perak naik 0,6% ke $71,66 setelah sebelumnya ditutup melonjak 3%. Platinum dan palladium ikut menguat, sementara Bloomberg Dollar Spot Index turun 0,2%.(mrv) Rifan Financindo.
Sumber : NewsMaker
