Berita Emas 17 Maret 2026

PT Rifan

PT Rifan – Emas Masih Terhalang Kenaikannya karena ini!
Harga emas bergerak tipis setelah dolar AS melemah, sementara pelaku pasar menilai upaya meredam guncangan pasokan minyak yang muncul dari perang di Timur Tengah.

Pada perdagangan awal, emas batangan berada di sekitar US$5.000 per ounce, setelah turun 0,3% pada sesi sebelumnya. Pelemahan dolar memberi ruang penopang bagi emas karena membuat logam mulia relatif lebih murah bagi pembeli non-AS.

Di sisi lain, minyak kembali naik setelah jatuh pada Senin. Pasar menimbang rencana pelepasan cadangan darurat dan sinyal penambahan pasokan, berhadapan dengan meningkatnya ancaman terhadap infrastruktur energi serta gangguan arus pengiriman melalui Selat Hormuz yang mendekati macet.

Ketegangan geopolitik yang berkepanjangan turut memunculkan risiko inflasi. Kondisi ini mengurangi peluang bank sentral AS untuk segera melonggarkan kebijakan, dan pelaku pasar kini menilai hampir tidak ada kemungkinan pemangkasan suku bunga pada pertemuan The Fed pekan ini.

Suku bunga yang lebih tinggi umumnya menekan emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil bunga. Namun, daya tarik emas sebagai aset lindung nilai tetap bertahan di tengah ketidakpastian geopolitik dan kekhawatiran pasar terhadap independensi kebijakan moneter.

Spot gold tercatat nyaris tidak berubah di US$5.005,54 per ounce pada 07.05 waktu Singapura. Indeks dolar Bloomberg naik 0,1% setelah turun 0,6% pada Senin, sementara perak naik 0,1% ke US$80,90 dan platinum serta palladium ikut menguat.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Emas Masih Cenderung melemah, Tekanan Dolar & Yield Masih Dominan
Emas diperdagangkan dengan pelemahan disekitar area $5000/tz pada sesi terbaru, memperpanjang tekanan setelah reli sebelumnya mulai kehilangan tenaga. Data penutupan menunjukkan kontrak emas front-month turun dan membukukan rentetan penurunan terpanjang sejak November, menandakan pelaku pasar masih melakukan penyesuaian posisi di tengah volatilitas tinggi dan perubahan cepat pada ekspektasi suku bunga.

Tekanan utama datang dari kombinasi penguatan dolar dan yield obligasi yang tetap tinggi. Saat dolar menguat, emas (yang dihargai dalam USD) menjadi lebih mahal bagi pembeli di luar AS, sehingga permintaan spekulatif dan taktis cenderung tertahan. Di saat yang sama, yield yang tinggi meningkatkan “biaya peluang” memegang emas karena bullion tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi sentimen, pasar juga masih berada dalam fase risk-off. Pelemahan ekuitas mendorong sebagian pelaku pasar melakukan de-risking dan mencari likuiditas, yang dalam situasi tertentu membuat emas ikut terjual (bukan karena narasi safe haven hilang, tetapi karena kebutuhan cash/margin di portofolio).

Meski melemah dalam beberapa sesi terakhir, emas secara gambaran besar masih berada di level tinggi dibanding tahun lalu—namun koreksi ini menegaskan bahwa pasar kini lebih sensitif pada kombinasi dolar–yield–risk sentiment ketimbang sekadar narasi geopolitik. Fokus berikutnya umumnya tertuju pada arah inflasi, kebijakan The Fed, dan apakah tekanan likuiditas di pasar risiko mulai mereda.(mrv) PT Rifan.

Sumber : Newsmaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.