Berita Emas 22 Juni 2026

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Emas Terombang Ambing oleh Geopolitik!
Harga emas bergerak terbatas pada awal perdagangan Senin (22/06) setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan menyerang Iran. Ancaman tersebut muncul ketika pembicaraan tingkat tinggi AS-Iran berlangsung di Swiss untuk mencari penyelesaian permanen atas perang yang telah mengguncang pasar global.

Emas berada di sekitar $4.155,80 per ons pada pukul 07.26 waktu Singapura, setelah turun 1,5% sepanjang pekan lalu. Harga sebelumnya melemah selama tiga sesi berturut-turut pada Jumat, menunjukkan minat beli masih tertahan meski risiko geopolitik belum sepenuhnya mereda.

Negosiasi AS-Iran sempat dimulai dengan tidak stabil. Media Iran melaporkan Teheran menghentikan pembicaraan karena ancaman Trump, tetapi sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan diskusi tetap berlanjut hingga awal Senin di Swiss. Kedua pihak sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman yang membuka periode negosiasi 60 hari untuk proses de-eskalasi.

Dari sisi geopolitik, pasar masih memantau arus energi melalui Selat Hormuz. Iran menuduh Israel melanggar gencatan senjata di Lebanon, sementara minyak tetap menguat karena investor khawatir konflik dapat kembali mengganggu pasokan. Meski minyak masih mengalir melalui Hormuz sepanjang akhir pekan, risiko jalur energi tersebut belum sepenuhnya hilang.

Tekanan terbesar bagi emas tetap berasal dari prospek suku bunga. Harga emas telah turun selama tiga pekan berturut-turut dan melemah lebih dari seperlima sejak perang dimulai pada akhir Februari. Kenaikan harga energi akibat gangguan minyak dan gas meningkatkan risiko inflasi, sehingga pasar menilai bank sentral dapat mempertahankan atau menaikkan suku bunga lebih lama. Kondisi ini menjadi beban bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Inti utama dari pergerakan ini adalah emas masih tertahan di dekat $4.170, ancaman Trump menjaga risiko geopolitik tetap tinggi, negosiasi AS-Iran tetap berjalan meski sempat terganggu, risiko Hormuz masih memengaruhi harga energi, dan nada hawkish The Fed membatasi pemulihan emas. Fokus berikutnya tertuju pada hasil pembicaraan Swiss, perkembangan gencatan senjata Israel-Hizbullah, arah dolar AS, serta indeks harga PCE AS yang dijadwalkan rilis Kamis dan diperkirakan menunjukkan akselerasi inflasi.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Emas Melemah, Hawkish Fed Kalahkan Sentimen Iran
Harga emas turun pada Jumat (20/6) dan berada di jalur penurunan mingguan ketiga berturut-turut, tertekan oleh penguatan dolar AS dan sinyal hawkish Federal Reserve. Emas spot melemah 0,6% ke $4.184,33 per ons pada pukul 02.11 GMT, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1% ke $4.202,10.

Dolar AS bergerak di sekitar level tertinggi satu tahun, membuat emas yang dihargakan dalam greenback menjadi lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. Kondisi ini menekan permintaan emas, terutama ketika pasar juga memperhitungkan prospek suku bunga AS yang lebih tinggi.

Tekanan dari kebijakan moneter meningkat setelah The Fed mempertahankan suku bunga, tetapi proyeksi terbaru menunjukkan sembilan dari 19 pembuat kebijakan memperkirakan perlunya kenaikan suku bunga tahun ini. Rapat tersebut menjadi pertemuan pertama Kevin Warsh sebagai Ketua Fed, dengan nada yang dinilai lebih tegas terhadap inflasi.

Pasar kini melihat peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember sebesar 87%, naik dari 61% sebelum keputusan Fed, menurut CME FedWatch Tool. Bagi emas, ekspektasi suku bunga tinggi menjadi hambatan karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Reli emas yang sempat muncul setelah kesepakatan damai AS-Iran juga tidak bertahan lama. Turunnya risiko pasokan energi setelah kapal tanker kembali melintasi Selat Hormuz dan AS mencabut blokade terhadap Iran membantu meredakan kekhawatiran inflasi, tetapi belum cukup untuk mengimbangi tekanan dari dolar dan Fed.

Goldman Sachs tetap memperkirakan emas dapat naik ke $4.900 per ons pada Desember, meski target tersebut telah dipangkas dari proyeksi sebelumnya $5.400 karena bank tersebut tidak lagi memperkirakan pemangkasan suku bunga Fed tahun ini.

Logam mulia lain ikut melemah. Perak turun 1,5% ke $64,83 per ons, platinum melemah 1,3% ke $1.674,47, dan palladium turun 0,8% ke $1.268,65. Fokus pasar berikutnya tertuju pada arah dolar AS, yield Treasury, peluang kenaikan suku bunga Fed, serta keberlanjutan arus energi melalui Selat Hormuz.(yds) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.