Berita Emas 11 Mei 2026

PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka – Emas Melemah, Simak Penyebabnya!
Emas melemah setelah Presiden AS Donald Trump menolak tawaran damai terbaru Iran untuk mengakhiri konflik 10 pekan yang mengganggu jalur energi di Selat Hormuz. Penolakan itu kembali memicu kekhawatiran inflasi karena ketegangan geopolitik berisiko mengangkat biaya energi dan logistik.

Bullion diperdagangkan di sekitar US$4.678 per ons, turun 0,65% setelah sempat naik sekitar 2% pekan lalu. Tekanan muncul karena pasar kembali menilai risiko inflasi bisa bertahan lebih lama.

Situasi di Timur Tengah juga dinilai masih rapuh. Serangan drone pada Minggu dilaporkan sempat membakar kapal kargo di lepas Qatar, sementara Uni Emirat Arab dan Kuwait menyatakan berhasil mencegat drone yang dianggap bermusuhan. Perkembangan ini menjaga sentimen risiko tetap tinggi, namun sekaligus menguatkan ekspektasi suku bunga bertahan tinggi yang biasanya membebani emas.

Fokus pasar beralih ke data inflasi konsumen AS yang rilis Selasa, setelah inflasi Maret mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak 2022. Jika inflasi kembali kuat, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat atau lebih lama bertahan dapat menekan aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Dari sisi kebijakan, masa jabatan Ketua The Fed Jerome Powell disebut akan berakhir pekan ini, dengan isu independensi bank sentral ikut menjadi perhatian pasar. Data tenaga kerja AS terbaru juga menunjukkan payroll kembali naik pada April dan pengangguran bertahan di 4,3%, memberi ruang bagi The Fed menahan suku bunga sambil memantau risiko inflasi baru. Di pasar lain, dolar AS menguat tipis 0,1%, sementara perak turun 0,1% dan platinum serta paladium ikut melemah.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Emas Menguat, Gencatan Senjata Iran Masih Bertahan
Harga emas menguat pada Jumat (8/5) dan berada di jalur kenaikan mingguan, didukung oleh pelemahan dolar AS setelah pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga menyusul laporan tenaga kerja April yang solid. Sentimen juga terdorong oleh pernyataan Presiden Donald Trump yang menegaskan bahwa gencatan senjata antara AS dan Iran masih berlaku meskipun terjadi bentrokan di Selat Hormuz.

Pada perdagangan sore waktu New York, harga emas spot naik 0,7% menjadi US$4.717,91 per ons, sementara kontrak berjangka emas menguat 0,4% ke US$4.727,11 per ons. Secara mingguan, emas spot telah naik lebih dari 2% setelah sempat menyentuh level terendah dalam satu bulan pada awal Mei.

Pasar tetap mencermati perkembangan di Timur Tengah, khususnya situasi di sekitar Selat Hormuz—jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Jalur tersebut secara efektif tertutup sejak konflik pecah pada akhir Februari, memicu gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah modern.

Pekan ini, Amerika Serikat sempat meluncurkan dan kemudian menangguhkan operasi “Project Freedom” yang bertujuan membantu kapal komersial melintasi selat dengan aman. Di sisi lain, militer AS sejak pertengahan April tetap mempertahankan blokade terhadap pelabuhan dan garis pantai Iran sebagai bentuk tekanan terhadap Teheran.

Komando Pusat AS pada Jumat menyatakan telah menembaki dan melumpuhkan dua kapal tanker minyak kosong berbendera Iran yang berupaya memasuki pelabuhan Iran di Teluk Oman. Militer AS juga sebelumnya mengklaim berhasil mencegat serangan Iran terhadap tiga kapal perang Amerika yang melintas di Selat Hormuz. Media AS melaporkan bahwa Washington membalas dengan menyerang target di pelabuhan Qeshm dan kota Bandar Abbas.

Ketegangan terbaru ini terjadi ketika Iran menyatakan masih meninjau proposal perdamaian satu halaman berisi 14 poin yang berpotensi mengakhiri konflik, dan belum mengambil keputusan akhir. Trump mengatakan kepada media bahwa serangan terbaru tersebut hanya “sentuhan ringan” dan menegaskan gencatan senjata masih berlaku. Namun ia juga memperingatkan bahwa AS akan merespons dengan kekuatan yang jauh lebih besar jika kesepakatan tidak segera ditandatangani.

Pergerakan emas mencerminkan keseimbangan antara risiko geopolitik yang meningkat dan ekspektasi kebijakan moneter, dengan investor tetap waspada terhadap setiap perkembangan baru di kawasan Teluk.(mrv)* PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.