Berita Emas 5 Februari 2026

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Emas Rebound 3 Hari, Tembus Lagi $5.000
Harga emas naik untuk hari ketiga berturut-turut dan kembali menembus $5.000 per ons, seiring aksi “buy the dip” berlanjut setelah pasar sempat jatuh tajam dari rekor tertingginya. Pada perdagangan pagi di Asia, emas spot sempat menguat hingga 1,2%.

Pemulihan ini terjadi setelah kejatuhan besar pekan lalu yang mengguncang pasar logam mulia. Meski sudah memantul dua sesi terakhir, pada penutupan Rabu emas masih sekitar 11% di bawah rekor tertinggi 29 Januari, namun tetap naik sekitar 15% sepanjang tahun ini—tanda volatilitas tinggi masih jadi tema utama.

Perak juga ikut menguat dan kembali melintasi $90 per ons. Sebelumnya, perak sempat mencatat penurunan harian terbesar sepanjang sejarah pada Jumat, sementara emas mengalami penurunan terdalam sejak 2013—membuat banyak pelaku pasar buru-buru menata ulang posisi dan manajemen risiko.

Meski begitu, banyak investor menilai fondasi yang mendorong reli bulan lalu belum benar-benar hilang: kombinasi minat spekulatif, ketegangan geopolitik, serta isu independensi bank sentral. Bahkan beberapa manajer dana yang sempat mengurangi posisi sebelum kejatuhan, kini disebut mulai “mengintai” peluang untuk masuk lagi ketika harga lebih stabil.

Sejumlah bank besar juga masih optimistis terhadap kelanjutan tren emas. Ada yang tetap mempertahankan proyeksi $6.000/ons, sementara yang lain melihat potensi “upside risk” terhadap target akhir tahun di kisaran $5.400—namun menekankan jalannya bisa berliku karena pasar sedang sensitif terhadap dolar dan suku bunga.

Fokus pasar sekarang ikut bergeser ke arah kebijakan suku bunga AS, terutama setelah Kevin Warsh dinominasikan sebagai kandidat ketua The Fed berikutnya. Lingkungan suku bunga yang lebih rendah biasanya jadi angin segar untuk emas karena logam mulia tidak memberi imbal hasil bunga. Pada 07:50 waktu Singapura, emas spot tercatat naik 1,2% ke $5.022,61/ons, sementara perak naik 2,3% ke $90,20.(asd)

Sumber: Newsmaker.id

Aksi Profit Taking Gagalkan Emas Pertahankan $5000
Harga emas bergerak melemah dari area $5.000/ons karena pasar mulai ambil untung dan belum melihat katalis baru yang cukup kuat setelah gejolak ekstrem pekan lalu.

Spot gold (XAU/USD) saat ini berada di sekitar $4.953/ons, naik tipis +0,1% dibanding penutupan sebelumnya — tetapi masih bergerak fluktuatif di rentang harian $4.855–$5.092.

Pergerakan emas minggu ini cenderung “ngambang”: sempat menyentuh lagi di atas $5.000 ketika dip buyers masuk, lalu berbalik turun ketika trader mengunci profit. Ini wajar karena emas masih berada jauh di bawah rekor akhir Januari (sekitar $5.595) setelah sempat mengalami koreksi tajam.

Faktor lain yang ikut menahan emas adalah dolar yang menguat, membuat emas lebih mahal bagi pembeli non-USD. Reuters mencatat emas sempat turun sekitar 0,3% ke $4.924,89/ons pada Rabu, setelah sebelumnya sempat naik lebih dari 3% intraday—gambaran yang menegaskan volatilitas masih tinggi.

Di sisi sentimen, dukungan safe-haven belum hilang sepenuhnya karena isu geopolitik masih berputar di sekitar ketegangan AS–Iran, meski ada sinyal diplomasi yang terus berjalan. Kombinasi “headline panas vs harapan negosiasi” ini membuat pasar sulit memilih arah yang benar-benar tegas, sehingga emas lebih sering bergerak rangebound.

Para pelaku pasar juga menilai bahwa supaya emas bisa “betah” di atas $5.000, dibutuhkan pemicu baru—entah dari dolar/imbal hasil, ekspektasi suku bunga, atau eskalasi risiko yang lebih jelas. Dalam konteks ini, banyak investor percaya tren besar emas masih didukung fundamental (ketidakpastian global, kebijakan moneter, dan permintaan lindung nilai), tapi jalannya tidak akan mulus dan cenderung “zig-zag”.

Sementara itu, logam lain bergerak lebih “liar”: Reuters mencatat perak sempat menguat ke sekitar $86-an, dengan platinum dan palladium juga ikut naik, menandakan rotasi posisi di precious metals masih berlangsung setelah aksi jual besar.(yds) PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.