Berita Emas 15 Juni 2026

PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka – Emas Melonjak, Deal AS–Iran Buka Harapan Baru
Harga emas menguat setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan kesepakatan untuk mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz. Inti pertama, pasar melihat kesepakatan ini sebagai katalis penting karena dapat meredakan risiko gangguan energi global. Emas sempat naik hingga 2,1% ke atas US$4.300/oz, sebelum berada di US$4.291,26/oz Senin (15/6).

Kesepakatan ini diumumkan Presiden AS Donald Trump melalui media sosial, dengan menyebut “deal” bersama Iran sudah selesai. Wakil Menteri Luar Negeri Iran juga mengonfirmasi kesepakatan tersebut dan menyatakan penandatanganan akan dilakukan pada Jumat. Isi utama perjanjian mencakup komitmen kedua pihak untuk tidak saling menyerang, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta dimulainya negosiasi untuk membongkar program nuklir Teheran.

Pembukaan Hormuz menjadi faktor paling penting bagi pasar komoditas. Jalur ini merupakan rute utama energi global, dan gangguannya selama konflik telah mendorong harga minyak naik serta memperkuat tekanan inflasi. Setelah kabar deal muncul, Brent turun hampir 4% karena pasar memperkirakan arus energi dari kawasan Teluk dapat kembali normal secara bertahap.

Bagi emas, penurunan harga minyak dapat mengurangi kekhawatiran inflasi dan meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga. Ini penting karena suku bunga tinggi biasanya menekan emas yang tidak memberikan imbal hasil. Namun, meski menguat, emas masih turun hampir 20% sejak konflik dimulai pada akhir Februari, karena sebelumnya pasar lebih fokus pada inflasi energi dan risiko pengetatan bank sentral.

Fokus pasar kini beralih ke keputusan bank sentral pekan ini, terutama Federal Reserve di bawah ketua baru Kevin Warsh. Ekspektasi pasar masih mengarah pada peluang kenaikan suku bunga akhir tahun. Karena itu, kenaikan emas saat ini masih perlu dikonfirmasi oleh dua hal: implementasi kesepakatan AS–Iran dan apakah The Fed tetap hawkish. Jika Hormuz benar-benar dibuka dan minyak terus turun, tekanan inflasi bisa mereda dan memberi ruang lebih besar bagi pemulihan emas.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Emas Sedikit Pulih, Tren Mingguan Tetap Lemah
Harga emas naik tipis pada Jumat (12/6), tetapi tetap mencatat penurunan mingguan karena pasar masih menimbang dua faktor besar: harapan kesepakatan damai AS–Iran dan ekspektasi suku bunga tinggi menjelang rangkaian keputusan bank sentral pekan depan.

Spot gold naik 0,2% dan ditutup di US$4.218,91/oz, sementara kontrak berjangka emas menguat 3,1% ke US$4.239,75/oz. Namun dalam sepekan, harga spot masih turun 2,6%, dan futures melemah 2,9%, menunjukkan pemulihan akhir pekan belum cukup menghapus tekanan sebelumnya.

Sentimen emas sempat terbantu setelah Presiden Donald Trump mengatakan kesepakatan damai dengan Iran telah disetujui dan bisa ditandatangani secepatnya pada akhir pekan. Kesepakatan tersebut disebut dapat membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri blokade laut AS terhadap Iran, serta memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir.

Namun, kepastian deal masih belum solid. Trump kembali mengkritik Iran setelah media Iran melaporkan isi memorandum yang disebut mencakup pencairan dana beku dan pembahasan nuklir-ekonomi tanpa menyentuh program rudal. Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan memorandum belum pernah sedekat ini, sementara Pakistan sebagai mediator menyebut teks final sudah disepakati dan proses masuk tahap berikutnya.

Bagi emas, perkembangan ini menciptakan tarik-menarik. Harapan damai menekan harga minyak dan mengurangi risiko inflasi energi, tetapi juga mengurangi sebagian permintaan safe haven. Pada saat yang sama, data CPI dan PPI AS pekan ini menunjukkan inflasi utama masih tinggi, sehingga pasar tetap memperhitungkan peluang The Fed mempertahankan kebijakan ketat atau bahkan menaikkan suku bunga.

Fokus pasar kini bergeser ke keputusan The Fed pekan depan, yang menjadi rapat pertama di bawah kepemimpinan Kevin Warsh. JPMorgan memperkirakan suku bunga tetap di kisaran 3,5%–3,75%, tetapi inflasi yang masih jauh di atas target dan pasar tenaga kerja yang solid dapat mendorong nada kebijakan lebih hawkish. Selama prospek suku bunga tinggi masih kuat, ruang kenaikan emas tetap terbatas meski dolar melemah dan risiko geopolitik mulai mereda.(arl) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Newsmaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.