Berita Emas 21 Juli 2026

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Emas Stabil, Pasar Pantau Perang!
Harga emas bergerak stabil pada perdagangan Selasa (21/7), saat pelaku pasar masih memantau perkembangan konflik di Timur Tengah. Emas bergerak dalam rentang sempit di sekitar US$4.000 per troy ounce setelah pada sesi sebelumnya ditutup melemah tipis 0,2%.

Pergerakan emas tertahan karena pasar masih menimbang dampak konflik terhadap harga energi dan inflasi. Harga minyak relatif stabil setelah naik dua hari, meski Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap target Iran dan Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Teheran akan “membayar” atas tewasnya tentara AS.

Risiko geopolitik juga meluas setelah kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran mengancam akan memblokade jalur maritim Arab Saudi. Ancaman ini membuat koalisi militer yang dipimpin Saudi menyatakan telah mengambil langkah untuk melindungi kapal di Laut Merah.

Namun, tekanan terhadap pasar sedikit tertahan oleh sinyal diplomasi. Iran menyebut mediator telah menghubungi Teheran dengan proposal untuk meredakan konflik, sementara muncul laporan adanya usulan penghentian serangan selama 10 hari.

Dampaknya, emas masih berpotensi bergerak terbatas dalam jangka pendek. Sentimen perang memberi dukungan safe haven, tetapi kenaikan harga energi dapat memicu inflasi dan membuka peluang suku bunga The Fed tetap tinggi lebih lama. Selama emas bertahan di sekitar US$4.000, pasar akan terus menunggu arah baru dari konflik Timur Tengah dan sinyal kebijakan The Fed.(asd)*

Sumber: Newsmaker.id

Emas Stabil di Tengah Konflik AS-Iran, Pasar Cermati Arah Suku Bunga The Fed
Harga emas bergerak relatif stabil setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran pada akhir pekan diikuti laporan mengenai upaya mediasi. Pelaku pasar kini menimbang kemungkinan Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga untuk mengendalikan tekanan inflasi.

Harga emas diperdagangkan di sekitar level US$4.000 per troy ounce setelah mencatat penurunan sekitar 2,5% sepanjang pekan lalu. Sementara itu, harga minyak bergerak melemah setelah Kementerian Luar Negeri Iran mengungkapkan bahwa Teheran telah menerima sejumlah usulan dari pihak mediator terkait perang dengan AS, meski tidak memberikan perincian lebih lanjut.

Konflik Iran yang telah memasuki bulan kelima kembali mendorong kenaikan harga sejumlah komoditas yang digunakan dalam kegiatan manufaktur dan produksi pangan. Kondisi tersebut membuat investor harus mempertimbangkan dampak kenaikan harga energi dan potensi peningkatan inflasi di tengah melemahnya sejumlah indikator ekonomi AS.

Ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan emas. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung meningkatkan imbal hasil obligasi dan biaya pinjaman, sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan pendapatan bunga.

Analis Global X ETFs, Justin Lin, mengatakan respons emas terhadap lonjakan harga minyak masih relatif terbatas. Menurutnya, kondisi tersebut mencerminkan mulai berkurangnya sensitivitas sebagian investor terhadap risiko geopolitik dan meningkatnya perhatian pasar terhadap keputusan suku bunga The Fed.

“Imbal hasil obligasi hanya meningkat tipis sepanjang akhir pekan meskipun terjadi eskalasi signifikan di Timur Tengah. Hal tersebut kemungkinan menjadi alasan mengapa harga emas tetap cukup stabil,” ujar Lin.

Pelaku pasar swap memperkirakan peluang The Fed menaikkan suku bunga pada pertemuan Juli masih relatif rendah. Namun, pasar telah memperhitungkan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun.

Pada pukul 14.20 waktu New York, harga emas spot tercatat turun 0,2% menjadi US$4.008,05 per troy ounce. Harga perak dan paladium menguat lebih dari 1,5%, sedangkan platinum bergerak sedikit lebih tinggi. Indeks Bloomberg Dollar Spot yang mengukur pergerakan dolar AS terpantau relatif stabil.

Di pasar logam industri, harga tembaga naik 0,7% dan ditutup pada level US$13.622 per metrik ton di London Metal Exchange. Sementara itu, sejumlah logam lainnya, termasuk seng, nikel, dan timbal, bergerak melemah.(mrv)* PT Rifan Financindo.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.