Berita Emas 16 September 2026

PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka – Emas Stabil di Bawah US$4.300, Pasar Tunggu Keputusan The Fed

Harga emas bergerak stabil di bawah level US$4.300 per troy ounce pada perdagangan Rabu (16/9), seiring investor menunggu keputusan suku bunga Federal Reserve. Spot emas tercatat turun 0,2% ke US$4.282,34 per ounce pada pukul 07.55 waktu Singapura.

Emas masih menahan pelemahan dua hari berturut-turut karena harga minyak yang tinggi terus memicu kekhawatiran inflasi. Kondisi ini membuat pasar semakin yakin bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan hari ini.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 92% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga. Ekspektasi tersebut menjadi tekanan bagi emas karena kenaikan biaya pinjaman biasanya membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas batangan menjadi kurang menarik.

Tekanan lain datang dari yield Treasury AS tenor 10 tahun yang naik hingga 5,04% pada Selasa, level tertinggi sejak 2007. Yield tersebut menjadi acuan penting biaya pinjaman global dan ikut terdorong oleh aksi penjualan obligasi, tingginya kebutuhan investasi modal, serta kenaikan harga energi.

Harga minyak juga masih menjadi perhatian setelah kenaikan dua hari sebelumnya. Ketidakpastian terkait durasi penutupan pipa East-West Arab Saudi membuat pasar energi tetap waspada, terutama karena jalur tersebut selama ini membantu mengalihkan jutaan barel minyak per hari dari Selat Hormuz.

Sepanjang bulan September, emas telah turun lebih dari 3% setelah sempat berunding di atas US$4.700 per ounce pada akhir Agustus. Pergerakan ini menunjukkan pasar terus menyesuaikan ulang ekspektasi terhadap arah kebijakan The Fed dan pergerakan imbal hasil Treasury.

Analisis Pembuat Berita: Pergerakan emas di bawah US$4.300 menunjukkan tekanan utama masih berasal dari kombinasi imbal hasil tinggi, ekspektasi kenaikan suku bunga Fed, dan kekhawatiran inflasi energi. Jika The Fed menaikkan suku bunga dan Kevin Warsh memberi sinyal hawkish, XAU/USD berisiko kembali menguji area US$4.250. Namun, jika The Fed terdengar lebih hati-hati terhadap kenaikan lanjutan, emas diperkirakan mengalami rebound teknikal ke area US$4.320–US$4.350. (asd)

Gold Melemah, Pasar Tunggu Sinyal Warsh

Harga emas melemah pada perdagangan Selasa (15/9) karena penguatan dolar AS dan tingginya yield Treasury kembali membebani logam mulia. Emas spot turun sekitar 0,1% ke US$4.293,29 per troy ounce setelah sehari sebelumnya menyentuh level terendah sejak 7 Agustus. Sementara itu, emas berjangka AS ditutup turun 0,4% di US$4.332,80.

Tekanan terhadap emas semakin besar setelah harga minyak melonjak lebih dari US$3 per barel. Kekhawatiran pasokan meningkat setelah aktivitas pemuatan minyak di pelabuhan Yanbu, Arab Saudi, dilaporkan dihentikan dan Libya menghentikan operasi di tiga ladang minyak. Kondisi tersebut kembali meningkatkan risiko inflasi global.

Pasar kini menunggu keputusan Federal Reserve pada Rabu. Investor memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75%-4,00%. Namun, fokus utama bukan hanya pada keputusan kenaikan bunga, melainkan apakah Ketua The Fed Kevin Warsh akan memberikan sinyal pengetatan lebih lanjut setelah September.

Yield Treasury AS tenor 10 tahun naik ke level tertinggi sejak 2007, sementara dolar AS juga menguat. Kombinasi tersebut menjadi tekanan bagi emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan bunga. Meski emas biasanya dipandang sebagai lindung nilai inflasi dan geopolitik, tingginya yield saat ini membuat daya tarik Treasury lebih besar.

Logam mulia lainnya bergerak beragam. Silver naik sekitar 0,3% ke US$63,41 per troy ounce, platinum menguat 0,7% ke US$1.772,32, sementara palladium naik tipis 0,1% ke US$1.294,14.

Analisa Newsmaker: sebagian besar ekspektasi Fed hike tampaknya sudah masuk ke harga, sehingga arah emas berikutnya akan sangat bergantung pada komentar The Fed setelah keputusan suku bunga. Jika Warsh menegaskan suku bunga akan tetap tinggi atau membuka peluang kenaikan lanjutan, gold masih berisiko tertekan. Sebaliknya, nada yang lebih hati-hati dapat membuka ruang rebound. PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.