Berita Emas 6 November 2025

PT Rifan Financindo Berjangka

PT Rifan Financindo Berjangka – Emas Tersenggol Data, Tapi Masih Punya “Tameng”?

Harga emas melemah di awal sesi Asia, turun 0,2% ke $3.971,75/oz. Tekanan datang setelah data tenaga kerja ADP dan indeks jasa ISM di AS keluar lebih baik dari perkiraan, membuat minat pada aset tanpa imbal hasil seperti emas berkurang.

Data yang solid itu menurunkan peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember menjadi 68% dari 70% sebelum rilis ADP. Prospek suku bunga yang bertahan tinggi cenderung menguatkan dolar dan imbal hasil obligasi-kombinasi yang biasanya menekan harga emas.

Meski begitu, permintaan safe haven masih mendapat dukungan dari ketidakpastian geopolitik. Bas Kooijman dari DHF Capital menyebut tensi di Timur Tengah dan Eropa Timur tetap tinggi, sehingga berpotensi membatasi pelemahan lanjutan emas. Pasar kini menanti petunjuk berikutnya dari rilis data AS untuk menentukan arah jangka pendek. (az)

Sumber: Newsmaker.id

Emas Menguat di Tengah Penghindaran Aset Risiko

Harga emas naik lebih dari 1% pada Rabu (5/11) karena investor menghindari aset berisiko meski data payroll swasta AS lebih kuat dari perkiraan.

Emas spot naik 1,3% ke $3.983,89 per ons pada 2:30 siang waktu setempat (1930 GMT). Kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember naik 0,8% dan ditutup di $3.992,90 per ons.

“Emas dan perak menguat tipis meski laporan payroll swasta ADP lebih kuat dari perkiraan, yang saat ini menjadi indikator ketenagakerjaan terluas terbaik mengingat adanya penutupan (pemerintah). Ini memberi ketenangan bagi kubu bull yang kemarin terkejut karena logam ikut turun bersama aset berisiko,” kata Tai Wong, pedagang logam independen.

Data ketenagakerjaan swasta AS bertambah 42.000 pekerjaan bulan lalu, di atas perkiraan Reuters sebesar kenaikan 28.000, menurut laporan ketenagakerjaan ADP pada Rabu. Pasar kerja yang kuat biasanya membuat pemangkasan suku bunga menjadi kurang mungkin dan dapat mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Sejumlah saham melemah pada Rabu dari rekor tertinggi karena kekhawatiran bahwa pasar ekuitas mungkin sudah terlalu terevaluasi.

Sementara tulis Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals “Sebagian permintaan safe haven muncul di pertengahan pekan karena pasar saham global masih goyah di tengah pandangan bahwa saham AS dinilai terlalu tinggi dan ada gelembung saham AI,”.

Sementara itu, Federal Reserve memangkas suku bunga AS pekan lalu, dengan Ketua Jerome Powell mengindikasikan bahwa itu bisa menjadi penurunan terakhir tahun ini.

Para pedagang kini melihat peluang 63% untuk pemangkasan suku bunga lagi pada Desember, turun dari lebih 90% pekan lalu.

Emas yang tidak menawarkan imbal hasil cenderung berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah dan saat ketidakpastian ekonomi meningkat.

Perhatian juga tertuju pada sidang Mahkamah Agung AS pada Rabu sore tentang legalitas tarif Presiden Donald Trump, setelah pengadilan yang lebih rendah memutuskan bahwa pemerintah telah melampaui kewenangannya ketika memberlakukan bea di bawah undang-undang darurat.

Di tempat lain, perak spot naik 2,2% ke $48,13 per ons, platinum naik 1,7% ke $1.561,65, dan paladium menguat 2,4% ke $1.424,22.(yds) PT Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.