Berita Emas 3 Februari 2026

PT Rifan

PT Rifan – Emas Rebound Usai Reli “Patah” Dua Hari
Emas naik lagi dan memangkas sebagian kerugian, setelah reli besar yang sebelumnya pecah secara tiba-tiba dan membuat harga jatuh tajam dalam waktu singkat. Perak ikut menguat, menandakan pasar mulai “tenang” setelah beberapa sesi terakhir penuh guncangan.

Pada perdagangan terbaru, spot emas sempat naik hingga sekitar 2,9% mendekati $4.800/ons, sementara perak melonjak hingga sekitar 5% dan sempat menembus $83. Rebound ini terjadi setelah emas sempat turun hampir 5% pada sesi sebelumnya dan mencatat penurunan tajam dalam dua hari terakhir.

Sebelumnya, logam mulia sempat terbang ke rekor bulan lalu karena investor memburu aset aman: kekhawatiran geopolitik, isu “pelemahan nilai mata uang”, dan kekhawatiran soal independensi bank sentral ikut jadi bensin reli. Namun, reli yang terlalu cepat juga membuat posisi pasar “kepenuhan” (ramai), jadi saat dolar AS menguat—aksi ambil untung dan likuidasi posisi semakin memperparah koreksi.

Salah satu kunci arah berikutnya adalah: apakah investor Tiongkok memilih “buy the dip”. Laporan menyebutkan ramainya pembeli mengunjungi bursa emas terbesar di Shenzhen untuk membeli perhiasan dan batangan menjelang libur Tahun Baru Imlek. Pasar domestik China juga akan libur lebih dari seminggu mulai 16 Februari.

Dari sisi proyeksi bank, sebagian masih optimistis. Deutsche Bank AG misalnya tetap mempertahankan pandangan bahwa emas berpotensi menuju $6.000/ons pada tahun 2026. JP Morgan juga memproyeksikan emas bisa naik ke $6.300/ons pada akhir 2026, dengan alasan dukungan permintaan investor dan bank sentral masih kuat meskipun volatilitas meningkat.

Sementara itu, dolar AS sedikit melemah setelah sempat menguat, yang biasanya memberi nafas bagi komoditas berdenominasi USD. Di Asia, harga emas dilaporkan berada di sekitar $4.778/ons pada pagi hari Singapura, sedangkan perak sekitar $82–83—dengan platinum dan paladium juga ikut naik.

Intinya, pergerakan kali ini lebih mirip “bersih-bersih posisi” daripada perubahan total cerita fundamental. Arah selanjutnya kemungkinan ditentukan oleh tiga hal: kekuatan dolar, keputusan pelaku pasar (terutama Tiongkok) untuk membeli saat turun, dan apakah volatilitas mereda menjelang libur Imlek.

5 poin inti :

  • Emas rebound hingga mendekati $4.800/ons, perak sempat menembus $83.
  • Sebelumnya harga turun tajam karena reli “overcrowded” berputar + likuidasi posisi.
  • Permintaan China (buy the dip) jadi penentu arah berikutnya; pasar China libur mulai 16 Feb.
  • Bank besar masih bullish: Deutsche Bank $6.000, JP Morgan $6.300 (akhir 2026).
  • Dolar yang melemah sedikit membantu pemulihan logam mulia, namun volatilitas masih tinggi.(asd)

Sumber : Newsmaker.id

Emas Balik Menguat, Setelah Penurunan Terbesar
Emas mulai memantul setelah dua hari terakhir pasar dihantam koreksi tajam yang memotong reli pemecah rekor. Setelah sempat tertekan hingga total sekitar 13% dalam dua hari, pelaku pasar mulai masuk lagi di harga bawah—dan perak ikut bergerak naik.

Di sesi Asia, emas spot sempat naik hingga 2,2% dan kembali menembus area $4.760/ons. Kenaikan ini datang setelah emas turun hampir 5% pada sesi sebelumnya, memperpanjang kejatuhan Jumat yang menjadi penurunan paling curam dalam lebih dari satu dekade.

Perak juga ikut “bangun”, naik sekitar 3,7% ke atas $82. Sebelumnya, logam putih ini sempat jatuh sekitar 7% pada Senin dan bahkan mencatat penurunan intraday yang ekstrem pada 30 Januari—menandakan volatilitas masih tinggi dan pasar belum sepenuhnya tenang.

Secara cerita besar, reli bulan lalu memang terlampau panas. Investor memborong emas dan perak karena campuran isu geopolitik, kekhawatiran pelemahan mata uang, serta isu independensi bank sentral. Namun ketika dolar AS pulih dan posisi pasar terlalu padat, aksi ambil untung plus pembongkaran posisi ikut mempercepat koreksi.

Kunci arah berikutnya ada pada respons pembeli Asia—terutama Tiongkok. Minat “buy the dip” disebut muncul jelang musim belanja Tahun Baru Imlek, termasuk di Shenzhen. Pasar Tiongkok juga akan libur lebih dari sepekan mulai 16 Februari, yang bisa memengaruhi likuiditas dan ritme perdagangan.

Pada pukul 07:51 pagi waktu Singapura, emas tercatat naik 2,2% ke $4.763,95/ons, sementara perak naik sekitar 3,6% ke $81,15. Platinum dan paladium ikut menguat. Sementara Bloomberg Dollar Spot Index relatif stabil setelah sesi sebelumnya menguat 0,3%—memberi ruang bagi logam mulia untuk bernapas sejenak.(alg) PT Rifan.

Sumber : NewsMaker

Perhatian!!!
Managemen PT. Rifan Financindo Berjangka (PT RFB) menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap beberapa bentuk penipuan yang berkedok investasi mengatasnamakan PT RFB dengan menggunakan media elektronik ataupun sosial media. Untuk itu harus dipastikan bahwa transfer dana ke rekening tujuan (Segregated Account) guna melaksanakan transaksi Perdagangan Berjangka adalah atas nama PT Rifan Financindo Berjangka, bukan atas nama individu.